Asprov Tetap Gunakan Pemain Amatir

Erik / Cepos

Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena.

JAYAPURA-Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena mengatakan, surat edaran PSSI Pusat yang menyangkut regulasi sepak bola pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Tahun 2020 mendatang yang memperbolehkan menggunakan 5 pemain profesional dianggap belum sah.

Sebagai tuan rumah pelaksanaan olehraga empat tahunan itu, tentu tuan rumah memiliki wewenang dalam regulasi yang akan digunakan pada cabang olahraga sepak bola.

“Sebenarnya kita sudah menyurat ke PSSI sebelum surat edaran itu keluar, dalam surat yang kami kirim sesuai dengan hasil rapat exco PSSI Papua. Kami meminta untuk tidak memakai pemain profesional, semua harus pemain amatir,” ungkap Rocky kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/4) kemarin.

Mantan wartawan Cenderawasih Pos ini menuturkan, penggunaan lima pemain profesional itu, Asprov PSSI Papua kembali menyurat kepada PSSI pusat untuk kembali merubah regulasi tersebut.

“Dengan adanya surat edaran tersebut, kita sudah menjawab lagi dan meminta kebijakan PSSI dengan tanpa pemain profesional. Karena yang pertama pemain profesional itu berbeda dengan pemain amatir, tidak mungkin pelatih di tim profesional tidak mengijinkan main di PON, apalagi kalau bagian dari pemain yang dibutuhkan karena itu akan mengganggu kinerja tim,” ujarnya.

Rocky juga menjelaskan, dengan melibatkan pemain profesional dapat menghambat pembinaan sepak bola usai muda. Pasalnya, alasan Asprov Papua menggunakan pemain amatir untuk menciptakan bibit-bibit pemain yang potensial.

“Kita menginginkan ada yang muncul lagi yang baru, kemudian hal lain kenapa harus semua pakai pemain matir, karena tidak disemua Asprov memiliki kuota pemain profesional. Dan juga jika semua pemain amatir maka kita bisa ukur kemapuan setiap Asprov, karena kompetisinya seimbang,” jelasnya.

“Itu yang kita harapkan dari keputusan PSSI, sementara soal tahun kelahitan 1998 itu sudah bagus, karena juga ada kepentingan ke Timnas U-20 dan Asprov PSSI Papua sudah setuju soal itu,” tambahnya.(eri/tho)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY