Papua Berduka, Pater Neles Tebay Berpulang

Alm, Pastor Neles Kebadabi Tebay  ( Dok Cepos)

JAYAPURA– Kabar duka menyelimuti Tanah Papua, khususnya umat Katolik  se Papua atas  berpulangnya seorang putra terbaik  Papua, juru damai , aktivis kemanusian, tokoh intelektual dan juga rohaniawan DR Pastor Neles Kebadabi Tebay.   Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) ini meninggal dunia pada Minggu ( 14/4) pukul 12.15 di RS St. Carolus Jakarta, karena sakit.

Sejak siang kemarin, berita meninggalnya Pater Neles menyebar luas dengan cepat terutama melalui media social, dan  pesans singkat.

Ucapan belasungkawa, mengalir dalam nada kesedihan, kehilangan sosok yang dikagumi dan  dihormati  karena perjuangan menyuarakan perdamaian bagi Tanah Papua dan pastor dengan pribadi yang baik, bersahaja  dan rendah hati.

Pastor Neley Tebay dikenal luas karena komitmen dan perjuangan tak kenal lelah menyuarakan upaya-upaya Damai bagi Papua melalui jalan Dialog.

Sejak tahun 2010, pastor Neles Tebay bersama Alm. Muridan  membentuk Jaringan Damai  Papua (JDP).  Sebuah kelompok Jaringan yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, dari berbagai golongan, profesi dan latar belakang yang bersuara dan berupaya untuk mencari jalan damai dan bermartabat bagi penyelesian konflik dan berbagai persoalan di Papua.

Pada 15 Agustus 2017, Pater Neles ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai tokoh kunci Dialog Papua- Jakarta. Itu terjadi saat Presiden bertemu 14 tokoh Papua.

Sejumlah penghargaan pernah diberikan kepadanya, termasuk dari Luar Negeri  atas dedikasi dan perjuangannya menyuarakan perdamaian dan hak asasi manusia di Papua dan Indonesia, satu diantaranya pada tahun 2013, Pater Neles Tebay mendapat Penghargaan Keadilan dan Perdamaian Tji Haksoon ( The Tji Haksoon Justice and Peace Award) di Soul Korea Selatan yang diberikan  Yayasan  Keadilan dan Perdamaian Tji Haksoon.

Pastor Neles Tebay pernah beprofesi sebagai wartawan The Jakarta Post di Papua sejak tahun 1998-2000. Ia dikenal luas, karena mempunyai pribadi yang rendah hati, mudah bergaul dengan siapa saja.  Bagi kalangan jurnalis, pater Neles adalah sosok teladan, pribadi yang dihormati serta rendah hati, selalu memberi dorongan,  menularkan ilmu menulisnya dan memberikan semangat untuk berkarya di dunia jurnalsitik. Pastor Neles juga merupakan narasumber yang mudah diwawancarai, untuk informasi-informasi yang dibutuhkan para jurnalis.

Tulisan-tulisan Pastor Neles bertema perdamaian banyak dimuat di media-media terkemuka di Indonesia, seperti Kompas, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, the Jakarta Pos, dan media nasional lainnya, juga media-media di Papua.

Tulisanya juga dimuat di media-media berbahasa asing di luar negeri, juga jurnal-jurnal ilmiah berbahasa Inggris, seperti The Exchange, Journal of Missiological and Ecumenical Research yang diterbitkan oleh Brill Academic Publishers dalam kerjasama dengan the Interuniversity Institute for Missiological and Ecumenical Research (IIMO) di Belanda, East Asian Pastoral Review di Manila, Euntes Docete di Roma, dan The Round Table, The Commonwealth Journal of International Affairs di London.

Selain itu, Pater Neles juga penulis yang produktif.  Ia telah menulis sejumlah buku yang menginspirasi. Dialog Jakarta-Papua: sebuah Perspektif Papua, oleh Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP), Keuskupan Jayapura, 2009; Angkat Pena demi Dialog Papua, Interfidei, Jogyakarta, 2012; Reconciliation and Peace: Interfaith Endeavour for Peace in West Papua, diterbitkan di Goroka, PNG oleh The Melanesian Institute, 2012.

ia juga diundang berbicara dalam berbagai forum dalam dan luar negeri untuk isu Perdamian, Resolusi Conflic Resolution, dan Hak Asasi Manusia.

Sejumlah Pelatihan tentang Peace and Reconciliation pernah diikuti Pater Neles, yakni pada 2005 di  Coventry University di Inggris, pelatihan Strategic Nonviolence and Peacebuilding, 2006, pada Center for Justice and Peacebuilding, Eastern Mennonite University, di Virginia, Amerika Serikat dan mengikuti Peace Mediation Course yang diselenggarakan oleh SwissPeace di Bern, Swiss pada 2010

Di Bidang Akademis, Pater adalah dosen dan ketua STFT Fajar Timur Abepura.

Neles Tebay dilahirkan Kabupaten Dogiyai, pada 13 Februari 1964. Dia menyelesaikan S-1 dalam bidang teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura tahun 1990,  Selanjutnya pada 21  Juli 1992 dia ditahbiskan menjadi imam Projo pada Keuskupan Jayapura, di Waghete, Kabupaten Deiyai.

Dalam perayaan pentahbisan imamatnya, dia diberikan nama adat yakni Kebadabi, yang dalam bahasa Mee, berarti “orang yang membuka pintu atau jalan”.

Pater kemudian menyelesaikan program Master dalam bidang Pelayanan Pastoral pada Universitas Ateneo de Manila, Philipina, tahun 1997 dengan tesisnya berjudul Ekarian Christian Images of Jesus.

Dia kemudian mengajar teologi pada STFT Fajar Timur . Di tahun 2000, dia dikirim ke Roma, Italia, untuk belajar Misiologi. Pada Maret 2006, dia menyelesaikan program doktoral dalam bidang Misiologi pada Universitas Kepausan Urbaniana, di Roma. Desertasi doktoralnya berjudul The Reconciling Mission of the Church in West Papua in the Light of Reconciliatio et Paenitentia

Rencananya jenazah Pater Neles Tebay  akan diterbangkan ke Jayapura pada Senin (15/4), dan selanjut akan diterbangkan ke Timika untuk dimakamkan. (lucky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *