Jelang Pencoblosan, Penjualan Miras Dilarang

BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melarang penjualan dan peredaran minuman keras menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Legislatif dan Presiden. Bahkan, jika ada yang ditemukan tetap melakukan penjualan selama waktu yang telah ditentukan, maka akan diberikan sanksi tegas dengan mencabut izin usahanya.

  “Menjelang pelaksanaan pemungutan suara tidak ada yang namanya miras diperjualbelikan, jika ada ditemukan maka saya akan tindak tegas,” tegas Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si, M.Pd.

  Larangan peredaran miras itu dibuat dalam bentuk edaran dan ditembuskan langsung ke sejumah instansi terkait, termasuk ke pihak kepolisian dan kejaksanaan. Dalam instruksi bupati yang disampaikan langsung ke sejumlah pihak terkait, termasuk toko  penjual, tempat hiburan malam dan sejumlah lainnya mengingatkan supaya memperhatikan instruksi tersebut.

  Dalam instruksi itu juga ditegaskan bahwa larangan tidak menjual miras itu berlaku sejak tanggal 15 April hingga dengan tanggal 23 April 2019. Ditegaskan, bahwa semua pihak terkait wajib memperhatikan dan mengikuti instruksi Bupati Biak Numfor itu dalam rangka mendukung suksesnya Pemilu yang aman dan tertib.

   “Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensuksesnya jalannya pesta demokrasi yang aman dan tertib. Jadikan Pemilu sebagai pesta, mari kita berbondong-bondong datang ke TPS dan memilih sesuai dengan hati nurani,” ujar Bupati Herry Naap.

  Sekedar diketahu bahwa terkait dengan kesiapan pelaksanaan Pemilu dan Pilpres di Kabupaten Biak Numfor, Bupati juga melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di wilayah Kota Biak dan Samofa. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan penyelenggara dan masyarakat di tingkat bawah dalam menyambut pesta demokrasi itu. (itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *