Terdampar, Paus Bryde Mati di Perairan Mimika

PAUS BRYDE: Sejumlah petugas sedang mengukur panjang bangkai paus jenis Bryde yang terdampar dan akhirnya mati di perairan Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika Papua, Kamis (11/4). 

JAYAPURA-Seekor paus jenis Bryde dengan panjang 8,40 meter dengan diameter badan 175 cm, ditemukan mati terdampar di perairan Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Kamis (11/4).

Direktur Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto menyebutkan dengan adanya kejadian tersebut dari pihak terkait yang ada di Kabupaten Mimika berupaya agar paus tersebut digeser ke tengah laut untuk ditenggelamkan. Pasalnya apabila paus tersebut berada di darat dengan jangka waktu yang lama dikhawatirkan bisa menimbulkan penyakit terhadap masyarakat sekitar.

“Kemungkinan paus tersebut akan digeser ke tengah laut kemudian ditenggalamkan. Sebab, kalau dikubur butuh alat berat. Namun kita lihat situasi di sana (Mimika-red),” ucap Bambang ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (12/4).

Terkait penyebab matinya paus ini, Bambang mengaku belum mengetahui secara pasti.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menuturkan sekira pukul 10.30 WIT Kasat Polairud Polres Mimika Iptu J. Limbong, SH., mendapatkan informasi dari staf Dinas Perikanan Mimika bahwa masyarakat Timika Pantai telah menemukan bangkai ikan paus yang terdampar di perairan Timika.

Sehingga pihak Dinas Perikanan meminta Sat Polair Polres Mimika memback up dalam merespon informasi tersebut. Selanjutnya tim gabungan bergeser ke lokasi penemuan menggunakan kapal Patroli Polairud Tipe XVII 2006/C2.

Dari beberapa saksi yang dimintai keterangannya kata Kamal, menyebutkan bahwa saat berjalan kaki dari Timika Pantai menuju lokasi, mereka melihat bangkai ikan tersebut sudah terdampar di pesisir pantai.

Setelah mengetahui informasi tersebut, saksi memberitahukan kepada warga yang berada di Kampung Timika Pantai yang selanjutnya secara bersama-sama mendekat ke bangkai paus itu.

“Saat melihat bangkai ikan tersebut tidak menemukan adanya benda lain, namun bangkai ikan tersebut dalam keadaan kulit terkelupas serta bau busuk,” terang Kamal.

Saksi juga menjelaskan pada Rabu (10/4) sekira pukul 17.00 WIT dari tempat kejadian dan belum melihat bangkai ikan paus jenis Bryde tersebut. Diduga ikan paus tersebut terdampar di malam hari dan sudah dalam keadaan mati.

Dikatakan, dalam kejadian ini empat saksi telah dimintai keterangannya terdiri dari petugas pelayan kesehatan kampung, warga Kampung Timika Pantai dan 3 nelayan warga kampung Timika Pantai.

“Saat ditemukan bangkai ikan paus dalam posisi utuh. Diduga paus tersebut mati di perairan Atuka dan diseret arus ke pesisir Pantai Distrik Mimika Tengah,” tuturnya.

Matinya paus di perairan Mimika bukan merupakan kali pertama. Sebab Selasa (2/4) lalu seekor paus juga ditemukan mati tak jauh dari lokasi matinya paus yang ditemukan, Kamis (11/4) kemarin. (fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *