Tujuh ribu warga Masih Bertahan di Posko Pengungsian

Mathius Awoitauw, SE,M.Si.Robert Mboik Cepos

SENTANI-Memasuki bulan pertama pasca banjir bandang di Kabupaten Jayapura, pemerintah masih melakukan sejumlah kegiatan besar untuk mengatasi dampak dari bencana itu.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, setidaknya ada 7000-an warga hingga saat ini yang masih bertahan di posko pengungsian.

“Kemarin yang dilaporkan di kota itu sekitar 3000 an pengungsi,” kata Bupati Mathius Awoitauw kepada wartawan di kantor Bupati Jayapura, Kamis (11/4).

Dia mengatakan, untuk warga yang menempati posko pengungsian di kota dibagi ke beberapa tempat penampungan. Ada yang menempati posko di puspenka ada juga yang masih tersebar dibeberapa posko penampungan yang ditentukan pemerintah. Sedangkan para pengungsi yang sebelumnya ada di Gor Toware dan SBY sudah dipindahkan ke beberapa tempat penampungan.

Sementara untuk warga yang ada di sekitar danau Sentani yang masih menempati tenda pengungsian sekitar 4000an warga. Mereka menempati tempat tinggal darurat yang dibangun dksekitar danau sentani. Selain itu ada juga yang mengungsi ke rumah ibadah dan bukit bukit kecil disekitar danau.

“Ada empat atau lima tempat lagi itu yang pindahan dari Toware dan SBY”jelasnya.

Pemerintah juga sudah berkoordinasi dengan pengurus GIDI guna memastikan jumlah pengungsi dan korban baencana yang betul-betul sesuai fakta dan kondisi dilapangan.

“Berapa sebenarnya yang terkena dampak langsung,” tandasnya.

Lanjut dia, dari data-data itu nanti akan dicocokan dengan data yang ada di pemerintah. Sehingga berdasarkan data yang benar itulah yang akan dipakai pemerintah untuk memberikan bantuan saat direlokasi nanti. Pemerintah memastikan relokasi ini secepatnya dilaksanakan. “Prrsiden sudah instruksikan supaya relokasi ini secepatnya,” (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *