Ketua PB PON Papua Klaim Semua Venue Hampir Rampung

Stadion Papua Bangkit yang terletak di Kampung Harapan Distrik Sentani Timur tengah dalam proses finishing. Tempat ini diproyeksnikan menjadi tempat pembukaan dan penutupan PON XX 2020 mendatang. Erik/cepos

JAYAPURA – Ketua PB PON Papua, Dr Yunus Wonda menangkis semua keraguan publik terkait penyelenggaraan PON tahun 2020 mendatang. Ia menyebut bahwa PON Papua tetap akan dilaksanakan sesuai agenda dan konsep yang disiapkan. Meski keraguan publik masih terlihat namun Yunus Wonda meyakini event akan tetap berjalan seperti yang direncanakan. Ini diutarakan usai melakukan pertemuan dengan PB PON Pusat serta KONI Pusat di Swisbell Hotel Senin (8/4) kemarin.

“Catatannya apa yang dipersiapkan KONI terkait prestasi, apa yang disiapkan PB PON terkait penyelenggaraan dan apa yang dilakukan pemerintah. PB PON harus menyiapkan bidang-bidang dan kami sampaikan upaya maju menatap PON terus kami lakukan. Ada banyak bidang dan sudah pertemuan beberapa hari lalu dan harus ada progres lebih dan tahun depan sudah harus disampaikan. Sub PB PON juga harus ngotot dalam bekerja,” beber Yunus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/4) kemarin. Dikatakan ada arahan Ketum PB PON untuk memberikan ruang kepada KNPI guna membuka pendaftaran rekrutmen relawan di lima cluster namun tetap berkoordinasi dengan PB PON.

“Tahun 2020 bukan lagi persiapan tapi penyelenggara. Ini tak bisa kerja sendiri tapi semua bidang harus ambil bagian,” jelasnya. Namun Yunus memberi garis besar bahwa dalam event PON juga harus memberi dampak pada masyarakat Papua semisal dari sektor ekonomi. Ia meminta untuk konsumsi tamu undangan semua bahan yang digunakan wajib mengambil dari lokal Papua terkecuali ada bahan yang memang tak ada di Papua. “Kan aneh kalau sayur, tomat harus didatangkan dari luar. Kami pertegas harus dari Papua, jangan dari luar,” tegasnya.

Disinggung soal sudah mencapai berapa persen, kata Yunus semua ukurannya adalah venue dan venue utama sudah hampir rampung sehingga ia meyakini sebelum 2020 semua sudah rampung. “Di Stakin Sentani sudah 60 persen, lalu Timika sudah ada yang siap digunakan, kolam renang untuk aquatik juga sudah mulai dibangun dan tahun ini semua sudah harus selesai. Tahun 2020 mungkin hanya sedikit finishing. Kami yakin bisa rampung tahun ini sebab sebagian besar hanya direhab,” pungkasnya. (ade/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *