Tidak Boleh Ada KKN Dalam Perekrutan KPPS

Yewen/Cepos

Para KPPS yang lama saat foto bersama usai menggelar konferensi pers di belakang Pasar Pharaa Sentani, Selasa (9/4).

SENTANI-Sejumlah Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada bupati dan Pilkada gubernur di Kelurahan Hinekombe, merasa kecewa, karena tidak diakomodir lagi pada Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) pada 17 April nanti, padahal mereka telah mengikuti proses sesuai aturan

Sebelumnya merela telah mengumpulkan KTP, namun ternyata tidak dibawa ke KPU, sehingga yang terjadi adalah nama-nama baru yang masuk dalam PPS yang direkrut mengisi KPPS yang ada di Kelurahan Hinekombe.

“Mereka yang tidak terakomodir ini merupakan ketua KPPS, mereka semua diganti tanpa alasan yang jelas,”ujar pemerhati Pemilu Kabupaten Jayapura, Yulius Felle saat ditemui wartawan di belakang Pasar Phraa Sentani, Selasa (9/4).

 

Menurut Yulius, pihaknya menduga ada perbuatan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) di dalamnya, sehingga banyak KPPS yang lama tidak diakomodir dalam KPPS, khususnya di Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Tidak boleh ada KKN, terutama perekrutan KPPS di Kelurahan Hinekombe,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KPPS Hinekombe yang lama, Leo Hambiebi menduga ada permainan kotor dalam perekrutan KPPS di Kelurahan Hinekombe. Oleh karena itu, dirinya meminta agar hal ini segera diproses oleh KPU dan Bawaslu untuk melihat kembali perekrutan KPPS di Kelurahan Hinekombe.

“Kami KPPS sudah diperintahkan mengumpulkan KTP di kantor distrik, tetapi ternyata tidak dibawa ke KPU dan digantikan dengan KPPS yang baru,” ujarnya.

Leo menginginkan agar pesta demokrasi yang ada di negara ini, khususnya di Kabupaten Jayapura harus berjalan dengan aman dan damai. Oleh karena itu, dirinya meminta agar KPU dan Bawaslu melihat kembali proses perekrutan KPPS yang terjadi di Kelurahan Hinekombe. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *