Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Youtefa Capai Rp 8,3 M

Takim/Cepos

Salah satu pedagang Sodihun sedang membersihkan reruntuhan kayu sisa kebakaran di lapak miliknya, Selasa (9/4) kemarin.

Pedagang Harapkan Segera Berjualan Kembali

JAYAPURA – Kerugian akibat kebakaran di Pasar Youtefa Minggu (7/4) kemarin diperkirakan mencapai Rp 8,3 M. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Perindakop) Kota Jayapura, Robert L. N. Awi mengatakan bahwa akibat dari musibah yang menimpa pasar youefa tersebut para pedagang mengalami kerugian mencapai Rp 8.300.000.000 dari 106 kios tenda biru, 29 kios elektronik dan 135 pedagang Youtefa secara keseluruhan.

“Rp 8.300.000.000 tersebut merupakan jumlah kerugian para pedagang sebanyak 76 orang dari 135 pedagang sementara sisanya masi dalam tahap pendataan, dan tiap pedagang sangat berfariasi jumlahnya,” jelas Robert ke Cenderawasih Pos melalui seluler pada Selasa (09/04).

Sementara itu terkait tindak lanjut atau langkah yang akan dimabil oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Perindakop Kota Jayapura adalah mendata dan melakukan sebuah pertemuan bersama dengan para pedagang yang mengalami kebakaran tersebut.

Dia mengatakan pihaknya telah bertemu dan ada beberapa poin yang menjadi kesepekatan bersama yang akan menjadi solusi dalam pertemuan tersebut yakni, Dinas perindakop akan melakukan pembersihan di lokasi kebakaran atau lapak para pedagang yang terbakar, Disprindakop akan melakukan pembagian secara merata terhadap para pedagang yang menjadi korban kebekaran tersebut.

“Pembagian yang kami maksud adalah tiap pedagang akan mendapatkan masing-masing luas tanah atau kapilngan sama rata, tidak mengikuti kaplingan yang bekas lapak sebelumnya, tapi semua disamaratakan,” katanya.

Sementara itu untuk pembangunan lapak dari para pedagang tersebut Robert mengakui bahwa setiap pedagang akan melakukan pembagunan masing-masing dengan biaya sendiri dalam hal ini tidak ada bantuan dari pemerintah atau Dinas Perrindakop Kota Jayapura. “Pembersihan akan kami lakukan mulai besok dengan menggunakan alat berat dan diharapkan bisa diselesaikan dengan cepat agar para pedagang bisa berjualan,”tuturnya.

Robert mengakui bhawa dalam pertemuan tersebut pihaknya sudah menawarkan kepada pedagang untuk membangun lapak namun para pedagang merasa keberatan karena akan disesuaikan dengan APBD pemerintah Kota tahun 2020.

“Mereka tidak menyetuji penawaran tersebut, karena para pedagang ini ingin cepat kembali berjualan dan jika menunggu APBD tahun depan mereka rasakan terlalu lama, dan akhirnya kami memutuskan untuk membersihkan puing-puing lapak tersebut,”jelasnya.

Sodihun salah satu korban mengatakan yang dibutuhkan para pedagang adalah adalah bagaimana caranya supaya cepat kembali berjualan. “Ya, supaya kami bisa berpenghasilan lagi, tawaran yang diberikan pemerintah memang bagus namun sangat butuh waktu yang lama,” ujar Sodihun ke Cenderawasih Pos di sela-sela membersihkan puing-puing bekas kebakaran di lapak miliknya, pada Selasa (09/04).

Dimana laki-laki yang berjualan sepatu tersebut mengalami kerugian mencapai Rp 120 juta. “Bagi saya ini adalah musibah dan yang kami harapkan saat ini adalah bagaimana untuk cepat kembali berjualan, dan jika suatu saat ada bantuan dari pemerintah kami juga sangat bersukur,”tutupnya.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *