Juve Difavoritkan, Messi Dihantui Kutukan

DUA laga panas leg pertama babak perempat final Liga Champion akan tersaji, Kamis (11/9) besok. Empat tim besar Ajax Amsterdam, Juventus, Barcelona dan Manchester United akan melakoni leg pertama babak perempat final Liga Champion, besok.

Ajax Amsterdam akan menjamu Juventus di Johan Cruyff Arena, sementara Barcelona akan bertamu ke Old Trafford markas Manchester United.

Ajax dan Juve merupakan dua tim yang sama-sama menyingkirkan tim elit kota Madrid yaitu Real Madrid dan Atletico Madrid di babak sebelumnya.

Ajax mencapai perempat final pertamanya sejak 2002/03 dengan juara bertahan Real Madrid sebagai tumbalnya. Los Blancos julukan Real Madrid disingkirkan Ajax dengan agregat 5-3. Kalah 1-2 di Amsterdam pada leg pertama, Ajax lolos setelah secara spektakuler menang 4-1 lewat gol-gol Hakim Ziyech, David Neres, Dusan Tadic dan Lasse Schone di Santiago Bernabeu pada leg kedua.

Sementara Juventus yang musim ini dimotori Christiano Ronaldo mengubur ambisi Atletico Madrid dengan agregat 3-2. Kalah di leg pertama saat bertamu ke Madrid 2-0, Juve mampu membalasnya dengan kemenangan 3-0 melalui hat-trick sang megabintang Ronaldo di Turin pada leg kedua.

Ronaldo belum sekali pun bermain untuk Juventus sejak duel kontra Atletico akibat cedera yang didapatnya saat membela Portugal di jeda internasional. Namun pelatih Massimiliano Allegri telah menegaskan bahwa Ronaldo akan fit untuk melawan Ajax.

Ini mungkin bukan kabar yang menyenangkan buat Ajax. Pasalnya, Ronaldo telah mencetak tujuh gol dalam lima penampilan melawan mereka. Dia mencatatkan statistik itu bersama Real Madrid, ketika bertemu di fase grup musim 2010/2011, 2011/2012 dan 2012/2013.

Dengan Ronaldo, Juventus selalu punya peluang menang. Namun Juventus tak bisa meremehkan Ajax. Mereka harus ingat bahwa Ajax telah menyingkirkan Madrid di babak sebelumnya.

Barisan pertahanan Juventus perlu mewaspadai penyerang-penyerang Ajax. Membiarkan mereka leluasa bergerak akan mendatangkan bahaya.Neres mencetak enam gol dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk Ajax. Sementara itu, Tadic mencetak 17 gol dalam 21 penampilan terakhirnya di semua ajang.

Ajax punya amunisi berkualitas. Optimisme adalah hal yang wajar. Hanya saja, mereka punya sejarah kurang menyenangkan melawan La Vecchia Signora.

Juventus tak terkalahkan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Ajax (M5 S4 K0). Juventus juga memenangi lima dari enam laga terakhirnya melawan Ajax (M5 S1 K0). Tren ini, dipadu keberadaan sosok pembeda seperti Ronaldo, membuat Juventus sedikit lebih difavoritkan.

Sementara itu, Lionel Messi selalu mengingat gol terbaiknya selama Liga Champions. Ya, gol itu terjadi saat final di Olimpico sedekade silam. Dan, lawannya adalah Manchester United. ”Lebih dari keindahannya, gol itu adalah gol pertama saya di final Liga Champions. Gol paling penting dalam karir saya,” sebut Messi, dikutip UEFA TV.

La Pulga, julukan Messi, mengulangnya dalam final semusim kemudian. Setelah itu, tak pernah ada lagi pertemuan Messi dengan United sampai dini hari nanti WIB. Messi kembali ke Old Trafford, Manchester, saat leg pertama perempat final Liga Champions. Bukan tentang gol-golnya ke gawang United lagi, tapi tentang kutukan fase delapan besar.

Karena, kapten La Blaugrana itu belum pernah menciptakan gol dalam 11 laga perempat final. Golnya ke gawang Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama perempat final di musim 2012 – 2013 jadi kali terakhir Messi mencatatkan golnya di babak delapan besar. Kini, kutukan itu yang dihadapi Messi (Siaran langsung RCTI pukul 04.00 WIT).

Kuncinya ada di barisan pertahanan United, seperti Victor Lindelof, Chris Smalling, dan Luke Shaw. Apalagi setelah mampu membatasi pergerakan Kylian Mbappe di Parc des Princes, Paris, 7 Maret lalu. Saat leg kedua 16 Besar. ”Dia (Messi) pemain yang selalu ingin saya hadapi di Liga Champions,” klaim Smalling, dalam situs resmi klub.

Meski, Smalling tidak pernah sekalipun head to head melawan kapten timnas Argentina itu dalam laga kompetitif. ”Paling hanya dalam laga-laga persahabatan dan uji coba,” bebernya. ”Saya selalu ingin meminimalisir peluang-peluangnya semaksimal mungkin. Karena kami tahu sebarapa hebatnya dia. Seperti kami melawan Mbappe,” tambah bek 29 tahun itu.

Masalahnya, pasca laga heroik di Paris itu pertahanan United bobrok. Dalam empat laga, tiga di Premier League dan sekali di Piala FA, gawang The Red Devils sudah kemasukan 7 gol! Statistik empat laga terburuk United selama di tangan Ole Gunnar Solskjaer. Smalling juga ada di balik statistik buruk itu.

Kebiasaan memberi ruang pada pemain lawan satu inci sekalipun atau melanggar di area berbahaya akan beresiko. Messi pun kerap menghantui gawang lawan dengan tendangan bebas. Dalam konferensi pers di Carrington tadi malam WIB, Solskjaer menyebut tak ada yang spesial dari taktiknya untuk melimitasi Messi.

Sebaliknya, Solskjaer percaya dengan pengalaman pemainnya musim ini. ”Karena, kami musim ini sudah pernah berhadapan dengan (Cristiano) Ronaldo, Mbappe, dan (Kylian) Hazard di Chelsea. (Luis) Suarez, (Philippe) Coutinho dan Messi akan menjebak bek-bek kami, tunggu bagaimana cara kami mengatasinya besok (dini hari nanti WIB),” kata Solskjaer seperti dilansir Manchester Evening News.

Faktanya baik Ronaldo atau Mbappe sama-sama masih mampu menjebok gawang David de Gea. Solskjaer pun tak setuju dengan anggapan Pep Guardiola, tactician Manchester City, di beberapa waktu lalu soal Messi. Pep menyebut susah meredam Messi. ”Dia (Messi) terbaik tapi tak ada yang tak mungkin,” koar pelatih yang pernah terlibat dalam laga melawan Barca di fase grup ketika bermain 3-3 di Camp Nou, 1998 – 1999 itu.

Di Liga Champions musim ini, Messi lebih sedikit mencetak gol pada laga-laga tandang. Dari delapan gol hanya tiga gol di kandang lawan. Termasuk dua gol di Wembley saat melawan Tottenham Hotspur (4/10). Kepada AS gelandang Barca Sergio Busquets menyebut Messi sosok yang unik.

Begitu pula dengan gol-golnya. Busquets selalu yakin Messi bisa mengulang gol ke tiap-tiap klub yang pernah dia jebol gawangnya. ”Tak ada gol yang dia cetak di lapangan yang tidak pernah kami lihat di sesi latihan. Dia juga bisa mengulangi gol seperti yang dia cetak di musim-musim sebelumnya,” beber pemain yang sudah 11 tahun bersama Messi itu. (ren/JPG)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *