Pengungsi di Kampung Hobong Kekurangan BBM

Robert Mboik Cepos
Warga pengungsian yang saat ini masih ditampung di SD Siboiboi Kampung Hobong, Selasa (9/4).

SENTANI-Warga di Kampung Hebong masih mengungsi disejumlah tempat penampungan sementara.

Kepala Kampung Hobong, saat ini masyarakat yang mendiami posko-posko pengunsian mengalami persoalan kekuarangan bahan bakar Minyak (BBM). Akibatnya, warga mengaku cukup sulit untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari di posko pengungsian.

“Kekurangan kami di posko pengungsian saat ini, seperti minyak tanah dan bensin,” kata Theresia salah satu warga saat ditemui Cenderwasih Pos, di Posko pengungsian Kampung Hobong, Selasa (9/4).

Dia mengatakan, selama menempati posko pengungsian itu, warga tidak lagi masak menggunakan kayu bakar. Praktis semuanya pakai minyak tanah.

Sehingga kebutuhan minyak tanah saat ini sangat tinggi. Untuk itu dia berharap agar masalah ini diperhatikan pemerintah. Selain itu, warga juga sangat membutuhkan bensin untuk bahan bakar sarana transportasi.

“Kami mau ke kota untuk urusan sesuatu sulit, karena BBM sulit,”ucapnya.

Dia mengatakan, warga kampung Hobong sudah berada di posko pengungsian sejak tiga pekan terakhir ini. Tinggal di posko pengungsian membuat warga tidak bisa lagi beraktifitas sebagaimana biasanya. “Mau jala ikan semua peralatan banyak yang rusak bahkan banyak juga yang hilang. Makanya kita hanya bisa duduk seperti ini saja,”pungkasnya.

Dia menambahkan, untuk bantuan logistik makanan dan lainnya yang dibutuhkan masyarakat sejauh ini lancar saja. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan bagi warga yang saat ini mengalami dampak dari bencana itu.

“Terimakasih juga kepada pemerintah yang sudah beri perhatian kepada kami,” tutupnya.

Sementara itu Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si menegaskan pemerintah akan memperhatikan masalah tersebut dan lebih memperlancar distribusi BBM khususnya minyak tanah ke sejumlah posko pengungsian di sekitar danau Sentani.

Diakuinya, selama ini pemerintah daerah masih fokus untuk mendistribusikan logistik makanan dan juga pelayanan kesehatan di sejumlah posko yang ada di sekitar danau Sentani.

“Kekurangan minyak tanah ini akan kami Perhatikan dan lebih memperlancar lagi proses distribusi ke sejumlah posko di danau Sentani,” ungkap Bupati Mathius di Sentani. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *