RSUD Tiom Operasikan Mesin Generator Oxygen dan Insenerator

Denny/ Cepos

Sekda Lanny Jaya bersama Christian Sohilait bersama Direktur RSUD Tiom saat Lauching Mesin Oxygen Generator di RSUD Tiom

WAMENA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tiom Kabupaten Lanny Jaya terus berbenah dalam melakukan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya. Yakni, dengan mengoperasikan Mesin Oxygen Generator untuk memproduksi Oksigen bagi pelayanan medis, dan mesin insenerator yang berfungsi untuk pembakaran limbah atau sampah medis.

Direktur RSUD Tiom dr, Nataniel Imanuel Hadi mengakui mesin Oxygen Generator dan Mesin Insenerator telah difungsikan dimana yang melakukan launching pengoperasian perdana dua mesin itu adalah Sekda Lanny Jaya Christian Sohilait, dengan tujuan untuk memproduksi oxygen secara mandiri bagi RSUD Tiom untuk pelayanan kesehatan.

“Kami tidak bergantung lagi kepada RSUD Wamena yang sudah banyak membantu kami, kami mengucapkan terimakasih atas dukungannya selama ini, kami sudah memiliki alat generator Oxygen untuk memproduksi oxygen sendiri,” ungkapnya via selulernya, Sabtu (6/4) kemarin.

Dengan adanya mesin Oxygen Generator, kata dr. Nataniel, merupakan sebuah langkah maju untuk rumah sakit di pegunungan tengah Papua seperti Kabupaten Lanny Jaya, karena selama ini yang memiliki alat untuk memproduksi oksigen sendiri itu adalah RSUD Wamena saja, namun sekarang RSUD Tiom juga sudah memiliki alat tersebut sehingga saat ini sudah dua rumah sakit yang memiliki alat memproduksi Oxygen.

“Ini langkah maju untuk Pemda Lanny Jaya dalam hal ini Dinas kesehatan dan RSUD Tiom, selama ini ita masih membeli dari RSUD Wamena , belum lagi trasnportnya, namun kalau sudah memiliki alat sendiri tak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk pengadaan Oxygen,”katanya

Menurut Dia, saat ini RSUD Tiom hanya tinggal melakukan maintenance peralatan dan memberikan pelatihan –pelatihan pada petugas di ruang produksi Oxygen untuk bisa mengoperasikan alat tersebut. Selain itu, penyediaan oxygen ini juga sangat menunjang sarana kesehatan lainnya seperti ruang operasi yang dijadwalkan dmulai digunakan pada 22 april mendatang.

“Kita sudah memiliki dokter bedah dan dokter kandungan yang akan melakukan operasi perdana dalam waktu dekat ini di RSUD Tiom,”jelas Nataniel.

Selain itu, RSUD Tiom juga telah memengoperasikan mesin Insenerator yang berfungsi untuk pembakaran sampah dari RSUD Tiom, secara khusus sampah medis seperti yang berbahaya seperti alat suntik atau bahan habis pakai yang berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat tidak bisa dibuang langsung ke tempat pembuangan sampah namun harus dibakar dengan mesin insenerator ini.

“Mulai dari sampah medis masuk itu nanti dibaar dengan suhu lebih 1000 derajat Celsius, serta melalui beberapa tahapan sehingga yang tadinya sampah berupa jarum suntik bisa bisa berubah menjadi abu saja,”bebernya. (jo/tri)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *