Pemadam Terlambat, Warga Padamkan Api Dengan Air Got

Sementara itu, Marni salah satu pedagang sepatu mengaku ia mengetahui kejadian kebakaran tersebut dari petugas pasar. Setibanya di pasar, Marni melihat kios yang ditempatinya sejak 9 tahun itu dilahap si jago merah hingga tak ada satupun barang yang bisa diselamatkan.

“Pas datang saya lihat apinya sudah membesar, saya tak sempat lagi menyelamatkan barang-barang saya,” ucapnya.Terkait dengan kebakaran tersebut, Marni mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 250 juta.

Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, sekira pukul 19.15, saat api belum membesar, masyarakat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya namun tak berhasil. Beberapa mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi namun tak membawa air.

Melihat mobil pemadam kebakaran yang tiba namun tidak membawa air membuat masyarakat semakin marah, dan menganggap pemadam kebakaran lambat dalam menangani kejadian kebakaran tersebut.

Bahkan, saking kesalnya teriakan kasarpun dilontarkan masyarakat. Tak mau berharap dengan mobil pemadam kebakaran, warga bahu membahu dengan menggunakan ember mengambil air got untuk memadamkan api sembari menunggu mobil pemadam kebakaran.

Di sisi lain, saat warga diliputi kepanikan utamanya para pedagang, malah ada seseorang yang melakukan aksi penjarahan. Akibatnya ia diamuk masa lalu diamankan oleh pihak Kepolisian.(fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *