Pemilu, Bupati dan Wali Kota Stop Keluar Daerah!

Gratianus Silas/Cepos
Gubernur Lukas Enembe bincang-bincang bersama Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, dan jajaran Forkompimda, usai gelar pasukan Kesiapan Pengamanan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jumat (5/4) pagi kemarin

JAYAPURA- Dengan hanya menyisakan 11 hari menuju pelaksanaan pesta demokrasi pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif ( Pileg), secara khusus di Provinsi Papua, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., menginstruksikan para bupati/wali kotadi 29 kabupaten/kota untuk tidak meninggalkan daerahnya masing-masing.

Hal ini disampaikan Gubernur Enembe kala memimpin Upacara Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jumat (5/4) pagi kemarin.

“Kebiasaan bupati/wali kota meninggalkan tempat tugas jelang dan saat pelaksanaan Pemilu di daerahnya sebagaimana yang saya perhatikan beberapa kali tidak boleh terjadi lagi kali ini. Itu yang utama, sehingga mereka akan saya monitor terus,” tegas Lukas Enembe, SIP., MH., Jumat (5/4) kemarin.

Sebaliknya, Enembe mengharapkan para bupati/wali kota dapat ikut andil dalam menciptakan kondisi yang aman terkendali di daerahnya masing-masing, bersama seluruh jajaran TNI/Polri, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“ Bupati/wali kota harus ada di tempat guna memastikan pelaksanaan Pemilu di daerahnya masing-masing hingga rampung. Pemilu ini harus dikawal, sehingga perlu dipastikan berjalan aman dan lancar, tanpa terkendala,” harapnya.

Tidak ketinggalan, dalam arahannya, Gubernur Enembe juga menyebutkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ikut ambil bagian dalam mengamankan jalannya penyelenggaraan Pemilu Presiden maupun Legislatif, memberikan asistensi terhadap KPU, Bawaslu, TNI, dan Polri.

“Satpol PP ini ada di tiap kabupaten/kota di Provinsi Papua. Dengan demikian, mereka akan menjadi ujung tombak kita dengan ikut mengawal penyelenggaraan Pemilu berjalan dengan aman dan damai.

TNI/Polri maupun Satpol PP, di manapun berada, diharapkan turut berikan jaminan keamanan dan ketertiban kepada seluruh masyarakat Papua agar dapat memberikan hak politiknya guna menyukseskan Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang,” jelasnya.

Enembe pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia di Provinsi Papua untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif dengan tidak lupa datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan pencoblosan sesuai dengan hati nurani masing-masing.

“ Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia (Luber), di mana terdapat 2 pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Pilihlah pemimpin rakyat Indonesia yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dari Merauke hingga Sabang,” ujarnya.

Sama halnya pula dalam pemilihan legislatif, dalam hal ini memilih calon anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan calon anggota DPD, masyarakat dapat memilih orang-orang yang benar-benar duduk mewakili rakyat di lembaga legislatif.

“ Bagi seluruh caleg dan calon anggota DPD, diharapkan untuk bersaing secara sehat, sehingga memperoleh suara rakyat, dengan tidak mengganggu konstituen masing-masing daerah pemilihan,” pungkasnya. (gr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *