Bantuan Rastra Bakal Diganti Program BPNT

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi mengungkapkan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya mendapat informasi bahwa program beras sejahtera (Rastra) akan berubah wujud. Dimana tidak dalam bentuk beras lagi, tetapi dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai, yang akan berlangsung pada Oktober tahun ini.

“Kami sudah mendapat informasi jika tahun ini untuk program Rastra akan dialihfungsikan dengan bantuan pantan non tunai kepada masyarakat,” ungkapnya usai menyerahkan beras Rastra ke 5 kampung di Distrik Libarek, Jumat (5/4) kemarin.

Marthin menilai, dengan perubahan program itu maka masyarakat didorong untuk memiliki KTP segera, dimana Pemda Jayawijaya sudah merencanakan untuk melakukan perekaman di sejumlah distrik di Kabupaten Jayawijaya secara bertahap , sehingga diharapkan untuk masyarat bisa merespon ini dan melakukan perekaman.

“Berbicara bantuan pantan non tunai itu pasti berhubungan dengan KTP, sehingga kita harap masyarakat bisa merespon apabila petugas dari Dukcapil datang ke distrik untuk melakukan perekaman e-KTP,”jelasnya

Syarat utama dalam program itu, kata Wabup Marthin, adalah KTP dan Kartu keluarga, agar mereka bisa mendapat bagian dalam bantuan tersebut, bantuan ini sifatnya tidak terbatas sehingga seluruh masyarakat harus mendapatkan bantuan itu tanpa terkecuali.

“Tadi saya sudah imbau kepada kepala kampung untuk mendorong warganya untuk melakukan perekaman KTP,”ujarnya.

Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Daulat Martuaraja, mengakui sesuai dengan edaran kementerian sosial jika beras rastra ini sesuai dengan jadwal wilayah tiga diwilayah Indonesia yang dimulai dari Jawa Timur sampai ke Papua itu direncanakan rastra akan berakhir pada Oktober, khususnya untuk masyarakat di Pegunungan Tengah Papua.

“Kami akan dipanggil lagi ke kementerian untuk membahas kesiapan masing –masing kabupaten, pergantian ini bukan menghapus program rastra tapi diganti menjadi bantuan pangan non tunai,” bebernya.

Untuk bantuan Pangan non tunai ini, lanjut Martuaraja, ini tetap berupa beras tetapi ditambah dengan telur dan bedanya sistemnya sistem Online, sehingga apakah di Kabupaten Jayawijaya ini telah siap atau tidak, ini yang akan dibahas bersama –sama di kementerian bersama dengan tim dari kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Papua. (jo/tri)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *