Suku Wally Ancam Palang Stadion Papua Bangkit

Ondofolo Wally, para kepala suku dan perwakilan masyarakat adat dari suku Wally saat menggelar konferensi pers di Obhe Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Jumat (5/4).(Yewen/Cepos)

SENTANI-Masyarakat Adat Rukhunai Walinai Walinai Kampung Nendali, Kampung Yoboi dan Kampung Baborongko akan melakukan demo damai sekaligus memalang tanah adat lokasi pembangunan Stadion Papua Bangkit, Senin (8/3).

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Kepala Suku Nendali, Penias Wally, pihaknya menuntut Pemerintah Provinsi Papua terkait pembayaran ganti rugi tanah seluas 62 hektar  yang termasuk di dalamnya tanah adat milik suku Wally seluas 42 hektar.

“Tanah 42 hektar ini secara sah sudah diputuskan dalam surat putusan Mahkamah Agung (MA RI) Nomor Registrasi PK 381/PK/Pdt/1989 pada 28 Juli 1992, halaman keputusan Nomor 24 paragraf 3 dan 4 yang menyatakan bahwa Ondofolo Yesaya Wally (Alm) adalah pemilik tanah adat yang bersangkutan,”ungkapnya kepada wartawan saat membacakan presslease di Obhe Kampung Nendali Distrik Sentani Timur, Jumat (5/4).

Menurut Penias, pada 2017 yang lalu, Pemprov Papua dan PT. PP yang mengerjakan Stadion Papua Bangkit mendatangi suku Wally untuk meminta izin pembangunan stadion dan telah diizinkan, tapi sayang hak-hak masyarakat adat suku Wally mengenai tanah 42 hektar pembangunan Stadion Papua Bangkit belum dibayarkan oleh Pemprov Papua.

“Hak kami 42 hektar belum dibayarkan, sehingga kami menuntut Pemprov Papua untuk membayarkan hak tanah adat kami seluas 42 hektar yang berada di dalam Stadion Papua Bangkit,” ucapnya.(bet/tho)

Satu tanggapan untuk “Suku Wally Ancam Palang Stadion Papua Bangkit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *