Ditemukan Banyak Perusahaan tidak Terapkan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Melkyanus Bonsawer. (Yewen/Cepos)

SENTANI- UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerjas (Disnaker) Provinsi Papua, menemukan masih banyak perusahaan yang bandel dan belum menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan yang ada di Indonesia khususnya Provinsi Papua.

Contohnya, belum semua perusahaan menerapkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi setiap karyawan atau pegawainya yang bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini tentu menjadi salah satu permasalahan yang terus dilakukan pengawasan dan pembinaan secara baik, sehingga setiap perusahaan wajib menyetor BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Papua, Melkyanus Bonsawer mengatakan, masih banyak perusahaan yang bandel, terutama dalam hal menerapkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan di lingkungan perusahaannya.

“Kami catat masih ada sekitar 30-40% yang beroperasi di Provinsi Papua dan belum menerapkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara baik, sehingga kami nilai perusahaan-perusahaan ini merupakan perusahaan yang masih bandel,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/4).

“Kita akan lakukan pendampingan, sehingga bisa rutin menyetor ke BPJS Ketanagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Dia menyatakan, jika perusahaan yang sudah didampingi, tapi belum juga melaksanakan tanggung jawabnya, maka pihaknya tidak segan-segan memberikan surat SP 1 dan SP 2, bahkan sampai pada pencabutan izin usahanya.(bet/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *