Dirampok, Seorang Gadis Luka-Luka

MERAUKE- Nasib malang dialami Lisbeth Metalmety, warga Jalan Perumahan BTN Merauke ini dirampok hingga mengalami luka patah tulang tangan kanan, dan urat bagian tangan kiri putus serta lutut kaki kanan patah. Korban dihadang dan dianiaya dengan parang oleh dua pria yang identitasnya belum diketahui.

Kasus penganiayaan dan penjambretan ini dialami korban saat sedang melintas di sekitar jalan PGT Merauke dengan menggunakan sepeda motor warga Hijau Axelo, Rabu (3/4) sekitar pukul 23.30 WIT.

Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH melalui Kasat Reskrim AKP Micha Potty Toding, SH dikonfirmasi membenarkan kasus jambret disertai penganiayaan yang dialami korban itu.

Menurut Kasat Reskrim, berdasarkan laporan yang diterima dari kakak korban Linda Metalmety, bahwa pada Rabu (3/4) sekitar pukul 23.30 WIT, korban pamit kepada Linda Metalmety sebagai yang melaporkan kasus tersebut sekitar pukul 23.00 WIT dengan menggunakan sepeda motor Nopol DS 4294 GF warna Hijau Axelo. Sekitar pukul 00.32 WIT, pelapor mendapat informasi lewat telepon bahwa adiknya masuk rumah sakit.

‘’Pelapor langsung ke rumah sakit guna mengecek informasi tersebut. Setibanya di rumah sakit korban sudah terbaring di tempat tidur dan menceritakan bahwa dirinya dihadang dan dianiaya oleh 2 pelaku dengan menggunakan parang di Jalan PGT yang mengakibatkan luka pada bagian tangan kanan patah, sebelah kiri urat putus dan bagian lutut sebelah kanan pecah,’’ katanya.

Selain itu, barang milik korban diambil secara paksa dirampas oleh kedua pelaku, yakni berupa 1 buah HP Merk Xiomi warna Silver dan uang Rp 200.000. Setelah menganiaya dan mengambil barang korban secara paksa, kedua pelaku tersebut melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

‘’Kedua pelaku sementara dalam penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama keduanya bisa terungkap dan dibekuk,’’ tandasnya. (ulo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *