Sampah di Lintasan Luar Kota Sentani Semakin Tidak Terurus

Beberapa ekor sapi tampak sedang memakan sampah-sampah yang dibuang disekitar jalan Yahumake Kampung Akuina dekat lokasi Perumahan BTN Ceria, Kamis (4/4).(Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Sampah rumah tangga yang dibuang secara liar didua lokasi jalan didaerah pinggir Kota Sentani semakin tidak terurus. Begitulah kesan yang disampaikan Adela salah satu pengguna jalan saat ditemui koran ini, Kamis (4/4).

Besar kemungkinan, Adela hanyalah satu dari sekian banyak warga yang merasa terusik dengan keberadaan hamparan sampah di dua lokasi jalan sekitar Kota Sentani, atau tepatnya di Jalan menuju lokasi BTN Furia dan satunya lagi terdapat di Jalan Yahumake, Kampung Akuina dekat lokasi Perumahan BTN Ceria.

Menurut Adela, sampah-sampah yang terdapat di dua ruas jalan tersebut tidak pernah diangkut sejak kejadian banjir bandang terjadi di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu. Setiap hari volume sampah yang terdapat di dua lokasi tersebut semakin banyak dan bertebaran hingga sekitar 20 hingga 50 meter disekitar ruas jalan tersebut. Terlihat tumpukan sampah itu seringkali dibakar warga. Padahal selain berdekatan dengan jalan umum, lokasi pembuangan sampah tersebut berada disekitar komplek pemukiman warga.

“Kita sebagai pengguna jalan saja merasa tidak nyaman apalagi masyarakat yang tinggal sekitar sini, tentu lebih parah lagi,” ujarnya

Uniknya lagi tumpukan sampah-sampah itu, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa ekor sapi. Sehari-hari sapi-sapi ini memakan sampah yang terdapat dipinggir jalan tersebut. Kondisi ini tentu sangat memperihatinkan.

“Sejauh ini pemerintah melalui dinas lingkungan hidup masih fokus membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar Jalan umum di Kota Sentani, sementara yang ada di sini dibiarkan seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Chris Tokoro yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui sambungan selulernya menjelaskan, sejak bencana alam terjadi di Kabupaten Jayapura, pihaknya fokus mengangkut sampah-sampah yang terdapat dijalan utama dalam kota, posko pengungsian dan di Gunung Merah Sentani. Namun setelah masa tanggap darurat ini selesai pihaknya akan mengelola sampah-sampah yang terdapat dilintas luar Kota Sentani.

“Selama ini kami fokus mengangkut sampah yang terdapat di posko-posko pengungsian sekitar jalan utama dan juga di kantor Bupati Gunung Merah, setelah itu selesai dalam masa tanggap darurat, kami akan mengelola sampah sampah yang ada di luar lokasi tersebut,” jelasnya. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *