KPU – Bawaslu Harus Berpegang pada Aturan

JAYAPURA- Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., mengaku bahwa Pemilu Serentak 2019 berbeda dari Pemilu yang pernah diselenggarakan sebelumnya. Menurutnya, Pemilu kali ini akan mengukir sejarah baru bagi Indonesia, bahkan dunia, karena terjadinya perubahan besar dalam penyelenggaraan Pemilu.

“Bukan tanpa alasan, sebab, dari Pemilihan Presiden, Pemilihan Calon Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, hingga Pemilihan Calon Anggota DPD, semuanya dilakukan secara bersamaan dalam satu penyelenggaraan kegiatan pemungutan suara,” ujar Lukas Enembe, SIP., MH., Kamis (4/4) kemarin.

Gubernur Enembe mewanti-wanti jangan sampai torehan sejarah baru yang akan diukir Indonesia ini tercoreng dengan hal-hal yang tidak diharapkan.

“Ini kita sedang torehkan sejarah, sehingga KPU jangan sampai memicu kekacauan. Makanya, harus berhati-hati (dalam menjalankan tugas penyelenggara). Bawaslu pun di sisi lain harus memantau bagaimana tugasnya penyelenggara, hingga para calon peserta Pemilu melaksanakan Pemilu dengan berpegang para aturan,” tambahnya.

Oleh karena itu, penyelenggaraan Pemilu dan pengawasannya harus diaksanakan dengan berpegang pada aturan. Inilah yang mesti dijalankan KPU dan Bawaslu. “Kalau keluar dari aturan, maka akan bermasalah. Kalau berpegang pada aturan, maka sudah berada pada pihak yang benar dan dibenarkan. Oleh sebab itu, KPU kabupaten/kota pun harus mendengar arahan KPU provinsi dan jalankan tugas dan fungsi sesuai aturan,” terangnya lagi. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *