Bayi Kembar Tiga Lahir di Supiori

KEMBAR TIGA: Seorang bidan saat mengecek kondisi bayi kembar tiga yang dirawat di ruang incubator RSUD Supiori, Kamis (4/4).Fiktor Palembangan/Cepos

SORENDIWERI-RSUD Tipe D Pratama Supiori berhasil membantu kelahiran bayi kembar tiga melalui operasi cesar terhadap seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) bernama Alfa Novita Sanggenafa (36), Senin (1/4) lalu.

Bayi kembar tiga yang lahir tersebut semuanya berjenis kelamin dan kondisi ibu serta ketiga bayinya saat ini dalam keadaan sehat.

Dengan kelahiran tiga anak laki-laki ini, maka perempuan asal Kampung Poweri, Distrik Supiori Utara ini telah memiliki 9 orang anak.

Tiga bayi yang dilahirkan secara cesar tersebut, hingga berita ini diturunkan belum diberi nama oleh kedua orang tuanya.

Bayi pertama memiliki berat 1.800 gr dengan panjang 43 cm, bayi kedua memiliki berat 1.700 gr dengan panjang 44 cm dan bayi ketiga beratnya 1.700 gr dangan panjang 43 cm.

Dengan melihat kondisi sang ibu yang sudah memiliki 9 anak, maka kandungan dari istri Yosafat Yeninar ini ditutup. Sebab sebelumnya, sang ibu juga pernah mengalami keguguran sebanyak tiga kali.

Proses persalinan secara cesar di RSUD Supiori ini ditangani tiga dokter spesialis yaitu dr. Alan Goni, Sp.OG., dr. Made Darma, Sp.AN dan dr. Fadilah Mutaqin, Sp.A.

Direktur RSUD Supiori dr. Jenggo Suwarko mengatakan, bahwa sebelum melahirkan sang ibu Alfa Novita dirawat di Puskesmas Supiori Utara. Namun karena diperkirakan akan sulit melahirkan secara normal, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Supiori untuk ditangani dokter kandungan dan dokter lainnya.

“Penanganan persalinan secara cesar berjalan normal dan tiga hari setelah melahirkan sudah bisa jalan dan pulang. Ini tidak terlepas dari tim medis kami yang sudah mulai dilengkapi, mulai dari dokter spesialis kandungan, anak dan lainnya,” ungkap Jenggo Suwarko  didampingi Kabag Humas Setda Supiori, Maria V.C Itje Wanma kepada Cenderawasih Pos di RSUD Supiori, Kamis (4//4).

Sementara itu, sang ibu Alfa Novita mengaku tidak menyangka bayinya akan kembar tiga. “Satu kali saya konsultasi ke Puskesmas, memang perawat waktu itu bilang ada dua detak jantung kedengaran, namun sampai kembar tiga saya tidak duga,” tandasnya.(itb/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *