Palang Jalan, Warga Kemiri Minta Jokowi Tinjau Langsung Lokasi Banjir

Robert Mboik Cepos
Dua bocah cilik sedang membentangkam sebuah pamflet bertuliskan permintaan kepada pemerintah untuk menyelesaikan dampak banjir bandang di Sentani, Selasa (1/4).

SENTANI-Ratusan warga Kemiri melakukan palang jalan utama Kemiri disela sela rencana kunjungan presiden Jokowi ke Lokasi penampungan para pengungsi banjir bandang di Gor Toware, Selasa (1/4).
Warga menunutut supaya Presiden Joko Widodo harus menyinggahi atau melihat langsung lokasi terdampak banjir bandang di pemukiman Kampung Kemiri.

“Kami minta supaya bapak presiden supaya segera lihat kami, harus tinjau langsung kelokasi terdampak,” kata Efi, salah satu tokoh perempuan Kemiri yang juga sebagai pendeta kepada wartawan di Kampung Kemiri Sentani, Selasa (1/4).

Menurutnya, tuntutan itu dilakukan warga guna meminta pemerintah pusat dalam hal ini presiden Jokowi supaya segera membangun kembali rumah dan sejumlah fasilitas umum milik masyarakat yang rusak.

Pantauan koran ini, aksi ini dilaksanakan di sekitar jalan utama Kemiri, Kampung Kemiri Sentani atau depan komplek TNI AU. Dalam aksi itu, sejumlah warga ini membawa serta sejumlah pamflet berisi tulisan minta presiden Jokowi segera perbaiki infrastruktur rumah dan jalan yang terkena dampak banjir bandang beberapa waktu lalu.

Selain orang dewasa, anak-anak juga dilibatkan dalam aksi itu. Aksi ini berhasil diredam setelah menteri PUPR RI, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. yang didampingi kepala Balai Jalan Propinsi Papua dan beberapa instansi lainnya menemui langsung warga dilokasi bencana.

Dalam pertemuan singkat itu, Mochamad Basoeki menjelaskan pihaknya akan melaksanakan pekerjaan setelah ada petunjuk dari presiden Jokowi.

Dikatakan, Kementerian PUPR bertanggung jawab untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Apakah dibangunkan baru ataukah rehabilitasi sesuai dengan kebutuhannya, yang utamanya adalah mengembalikan kawasan ini kalau bisa,” katanya dihadapan warga Kampung Kemiri.

Selain itu, kementerian PUPR juga akan melakukan normalisasi sungai Kemiri, dengan dibuatkan bangunan Sabudam yang berfungsi mengalirkan air tapi menahankan material yang dibawa banjir. Kemudian pihaknya juga akan membangun tanggul-tanggul dan dilebarkan. Kata dia, untuk persiapan penanganannya itu membutuhkan waktu satu hingga dua bulan kedepan karena harus dimulai dengan desain tata ruangnya.

Lanjut dia, BNPB juga akan menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan ekosistemnnya. Sebab pihaknya yakin, peristiwa ini tidak mungkin terjadi jika ekosistemnya tidak terganggu.
“Untuk perbaikan ekosistem dibawa koordinasi BNPB dan LHK,” terangnya.

Berdasarkan keterangan pendeta Efi, lokasi Kampung Kemiri merupakan salah satu lembaga yang paling buruk terkena dampak banjir bandang. Lebih dari 300 warga kehilangan tempat tinggal. Sehingga sebagian masih mengungsi diposko pengungsian yang disiapkan pemerintah.

“Warga yang terkena dampak 327, dan puluhan orang lainya meninggal dunia, tujuh orang masih hilang,” ungkapnya.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *