Dinas  Tenaga Kerja Luncurkan Kartu Kuning Terbaru

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke Keliopas Ndiken, S.STP saat meluncurkan kartu kuning terbaru lingkup Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Merauke ditandai dengan penyerahan kartu kuning  tersebut, Senin  (1/4). (Sulo/Cenderawasih Pos)

MERAUKE- Dinas   Tenaga Kerja  dan Transmigrasi  Kabupaten Merauke meluncurkan kartu kuning terbaru  ditandai dengan pemberian  kartu kuning  terbaru tersebut  kepada pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Merauke, Senin (1/4).

      Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke Keliopas Ndiken, S.STP, mengungkapkan,    kartu kuning terbaru  ini menggantikan kartu kuning  yang selama ini diberikan  kepada  para pencari kerja yang mengurus  kartu kuning ke Dinas Tenaga Kerja.

  Menurutnya, ukuran kartu kuning   terbaru ini   lebih kecil dibanding   dengan sebelumnya. Selain  itu sejumlah persyaratannya  untuk mendapatkan kartu kuning ini dikurangi. “Untuk masyarakat khususnya para pencari   kerja yang membutuhkan  kartu kuning sekarang hanya perlu membawa kartu keluarga, KTP dan foto copy ijasah,’’ jelasnya.

   Sementara   untuk foto,  mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung ini menjelaskan bahwa   pencari kerja tidak perlu membawa  foto,  karena   perekaman foto langsung dilakukan di  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke.

   Pengurusan  kartu kuning  ini, ungkap Keliopas Ndiken  tidak dilakukan pungutan alias gratis.   

   ‘’Jadi   tidak ada biaya  satu senpun yang dipungut  dalam pengurusan kartu kuning  ini,’’ terangnya.

    Keliopas Ndiken menjelaskan, para   pencari kerja tersebut diwajibkan untuk membawa kartu  keluarga  dalam rangka   untuk  mengetahui  berapa jumlah pengangguran riil di Kabupaten Merauke. Sebab, data    pencari kerja atau pengangguran di Kabupaten  Merauke merupakan akumulasi dari setiap tahunnya dan  tidak pernah diperbaharui.

   ‘’Data sekarang jumlahnya  cukup banyak. sekitar 7.500-an   orang  jumlah pengangguran  kita. Padahal, sebagian  pencari  kerja dari kita itu diterima di perkebunan kelapa sawit, tapi  jumlahnya justru terus meningkat. Ini yang    sedang kita benahi juga,’’ tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *