Cegah Ketergantungan Rastra, Ajak Masyarakat Buka Kebun

Denny/Cepos
Seorang petani hipere sedang menanam hipere di lahan yang telah dipanen kembali. Warga pengunungan diminta untuk tidak tergantung pada beras Rastra.

WAMENA -Pemda Jayawijaya mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu tergantung kepada beras sejahtera (Rastra) yang diberikan pemerintah. Untuk itu, masyarakat diminta  untuk mengembangkan pangan lokal yang ada di Jayawijaya, dengan membuka  lahan perkebunan untuk umbi –umbian yang menjadi makanan pokok masyarakat.

    “Masyarakat diharapkan tidak bergantung dengan bantuan pemerintah, salah satunya beras sejahtera yang rutin disalurkan setiap bulan. Karena menurutnya, kehidupan masyarakat di lembah Jayawijaya sejak dahulu kala bergantung pada kebun ubi dan ternak babi.” ungkap Wakil Bupati Marthin Yogobi.

   Menurut Wabup Marthin,  jatah Rastra 15 kg per kepala keluarga tentu tidak akan mencukupi kebutuhan pangan dalam sebulan. Dimana bisa habis dalam waktu tiga atau empat hari. Selebihnya mereka akan kembali ke makanan pokok,  yakni ubi, sehingga perlu untuk terus mengembangkan perkebunan agar masyarakat memiliki ketahanan pangan yang cukup.

   “Jangan sampai terlalu bergantung dengan beras,  kita lupa untuk menanam hipere (ubi) yang merupakan makanan pokok dari kita di lembah baliem ini,”tegasnya

  Wabup Jayawijaya juga menambahkan , untuk itu masyarakat harus kembali ke kebun karena jati diri masyarakat yang ada di lembah Baliem adalah pada ubi dan babi yang menjadi sumber kehidupan yang harus dipertahankan.   

   Kedepan, kata Marthin, Pemkab Jayawijaya akan membuat satu peraturan daerah untuk membuka lahan perkebunan, dan pemerintah inginkan lahan –lahan tidur yang ada di kampung –kampung itu bisa kembali diolah atau ditanami kembali sehingga masyarakat memiliki cadangan makanan yang memadai. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *