Pemkab dan DPRD Boven Digoel Sepakat Larang Miras

MERAUKE- Pemerintah Kabupaten  Boven  Digoel bersama para wakil  rakyatnya  mengambil langkah tegas   terhadap masalah miras di negeri  yang dijuluki kota sejarah tersebut.  Pasalnya, jika daerah lainnya   hanya   mengatur   terkait dengan masalah minuman keras, Pemkab  dan DPRD  Boven Digoel  telah membuat Peraturan Daerah  (Perda)  larangan  terhadap minuman keras  di Boven Digoel.

  Wakil Bupati   Merauke Chaerul Anwar, ST terkait   dengan masalah Miras tersebut mengungkapkan   bahwa  untuk penegakannya  sudah ada SK bupati  yang merupakan  turunan dari Perda  tersebut untuk segera dilakukan  penegakan  Peraturan  Daerah  tersebut.

   “Di situ semua lintas  sektor terlibat dalam hal ini  TNI-Polri juga ada, FKUB, tokoh masyarakat, LMA  dalam tim tersebut. Dengan dasar  SK  penertiban Miras  tersebut, maka harapannya top leadernya  adalah Satpol PP. Jadi diharapkan  Satpol PP ini bisa melakukan penertiban,’’ tandas Wabup  Chaerul Anwar kepada media ini disela-sela menyaksikan   peresmian Batalyon 757/GV di Mako Korem 174/ATW, Jumat   (29/3).   

    Menurutnya, perda larangan ini sudah melalui suatu  tahapan yang cukup panjang. Awal dari draft Perda tersebut adalah pengaturan. Namun saat dilakukan konsultasi ke provinsi  maka harus pelarangan. Karena sesuai juga dengan instruksi gubernur. ‘’Sehingga kita ubah dan sekarang pelarangan,’’ jelasnya.    

    Dengan adanya  Perda larangan ini, maka otomatis  di Kabupaten Boven Digoel tidak ada lagi  tempat hiburan seperti bar  yang menyediakan  khusus  minuman keras  tersebut. Wabup  Chaerul Anwar menjelaskan, bahwa  di Tanah Merah, ibukota   Boven  Digoel ada 4  tempat  hiburan dan di Asiki ada juga 4 tempat  hiburan yang selama ini menyediakan  minuman keras  tersebut.

   ‘’Tentunya, dengan adanya    Perda larangan ini, maka   tempat-tempat   tersebut tidak boleh lagi ada. Dan ini yang  harus dalam pengawasan Satpol PP sebagai pegawal  Perda,’’ tandasnya.

    Di tempat sama, Kapolres Boven Digoel Yohanes Budi Afri, SIK mengungkapkan terkait apa yang  telah ditetapkan Pemerintah Daerah Boven Digoel bersama wakil rakyat  Boven Digoel   tersebut pihaknya sudah mengimbau kepada  para pengusaha maupun kepada  masyarakat  untuk mulai awal April 2019   tidak ada lagi menjual minuman keras di Boven Digoel.

  ‘’Kami juga minta bantu kepada tokoh masyarakat untuk sama-sama mengimbau generasi muda untuk tidak mengkonsumsi minuman keras,’’ jelasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *