Drainase Tersumbat, Asrama Loper Terendam Banjir

Denny/Cepos
Penghuni asrama Loper Wamena sedang membersihkan 12 Kamar yang terendam banjir sejak semalam pasca hujan deras di Kota Wamena.

WAMENA-Hujan deras yang mengguyur Kota Wamena, Rabu (27/3) malam membuat beberapa titik di Kota Wamena terendam banjir. Seperti  halnya di asrama loper Koran di Jalan Bhayangkara, yang terendam banjir akibat dari gorong-gorong atau drainase  di Jalan Irian yang tersumbat, sehingga air meluap ke asrama yang saat itu penghuninya sedang tertidur.

  Menurut  Ketua Asrama Loper Koran, Moses Soma,  air yang masuk  ke asrama ini  sampai  setinggi lutut orang dewasa. Saat banjir, ada seorang ibu dan anak loper yang melihat jika air dari dua arah yakni dari arah Sinakma dan jalan irian mengalir dengan kencang hingga masuk dalam kamar –kamar.

  “Ada 12 Kamar yang ditempati anak –anak yang tinggal di sini, baik mahasiswa dan pelajar semuanya terendam banjir, termasuk peralatan tidur kami rusak akibat diterjang air dan lumpur yang yang terbawa banjir,”ungkapnya Kamis (28/3) kemarin.

   Menurut Moses, saat ini penghuni asrama loper sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, khususnya penghuni yang masih berusia sekolah atau pelajar ini tidak memiliki buku dan perlengkapan tulis. Sebab, semuanya telah rusak terendam banjir, ada juga satu surat ijazah dari penghuni asrama yang terendam banjir.

  “Saat ini, kami sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak khususnya pemerintah daerah dalam melihat masalah banjir ini,”ujar Moses kemarin.

   Moses Soma berharap Pemkab Jayawijaya bisa memperbaiki saluran air di jalan irian yang sering tersumbat, sehingga mereka tidak menjadi korban dari banjir. “Sejak semalam beberapa anak dari asrama loper ini pergi ke gorong-gorong di Jalan Irian atas untuk dibersihkan dari material yang membuat saluran air tersumbat,”tambahnya.

   Ia juga mengharapkan kepada Pemkab Yahukimo untuk memperhatikan para korban banjir ini karena semua penghuni di asrama loper ini merupakan pelajar dan mahasiswa Yahukimo yang ada di Jayawijaya. “Kami harapkan Pemkab Yahukimo bisa melihat kami pelajar dan mahasiswa yang ada di Jayawijaya, karena kami juga bagian dari Yahukimo,” tambah Moses. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *