Jembatan Kali Bambar Putus, Alat Berat Harus “Merangkak””

Robert Mboik Cepos

Satu mobil tronton sedang menurunkan alat berat untuk bisa melewati jembatan Kaki Bambar yang putus diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu

SENTANI- Dampak banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura telah menimbukan banyak kerugian. Termasuk beberapa fasilitas umum seperti jalan dan jembatan dilaporkan rusak berat.

Salah satunya terjadi pada jembatan Kali Bambar Kampung Bambar Distrik Waibu yang rusak akibat diterjang banjir bandang itu. Intensitas hujan yang tinggi dan derasnya aliran air yang terjadi pada saat itu menyebabkan jembatan itu putus. Seperti yang disaksikan koran ini, Kamis (28/3), Akibatnya, lalulintas alat berat yang melintasi jalan dan jembatan Kali Bambar itu sedikit terhambat. Bahkan salah satu alat berat yang diangkut menggunakan truck tronton harus diturunkan alias “merangkak” untuk bisa melewati kali Bambar itu.

“Ada jembatan kayu dan juga ada jembatan darurat yang dibangun pemerintah. Tapi tidak bisa dilewati alat berat, karena bisa saja ambruk,”ungkap Algius salah satu warga di lokasi itu saat ditemui koran ini, Kamis (28/3).

Jembatan yang dibangun itu dikwatirkan tidak bisa bertahan lama. Karena tingginya lalulintas kendaraan truck bermuatan pasir cukup ramai. Untuk itu, warga berharap agar jembatan permanen bisa segera dibangun.

“Jembatan ini sangat penting, kalau sampai putus lagi ekonomi juga bisa lumpuh,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, jembatan Kali Bambar yang terketak di Kampung Bambar Distrik Waibu jebol alias putus usai diterjang banjir bandang yang terjadi sejak Sabtu (16/3), lalu. Keberadaan jembatan ini sangat penting bagi kelancaran lalulintas warga dari beberapa wilayah. Baik dari kota Sentani maupun beberapa wilayah yang terhubung melalui jembatan itu khusuanya dibagian barat wilayah Kabupaten Jayapura itu.

“Sehari saja putus, aktivitas semua mati, ini jangan sampai terjadi,” harapnya.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *