Stop Kampanye di Tempat Ibadah

JAYAPURA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua melarang keras para calon anggota legislatif, partai politik, calon anggota DPD, hingga tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden di Provinsi Papua menggunakan tempat ibadah untuk berkampanye dalam bentuk apapun.

Tidak heran, sebab, tempat ibadah dinilai sangat rentan terhadap kampanye terselubung yang dilakukan peserta pemilu. “Demikian, di sisi lain, tokoh-tokoh agama lintas agama, khususnya di Provinsi Papua, diharapkan pula untuk tidak membuka ruang bagi peserta Pemilu berkampanye di tempat ibadah,” sebut Anggota Bawaslu Provinsi Papua, Ronald Manoach, kepada Cenderawasih Pos, Selasa (26/3) kemarin.

Secara tegas, Manoach menyebutkan bahwa Bawaslu Papua dan jajarannya akan menindak pelanggaran kampanye, secara khusus yang dilakukan di tempat-tempat ibadah. Sebab, seperti diketahui, tertuang pula dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemilihan Umum, bahwa adanya larangan berkampanye di tempat ibadah. Demikian, kala diketahui terdapat peserta Pemilu yang melanggarnya, maka akan diganjar penindakan yang berdasar pada aturan hukum yang berlaku.

“Kita harus pula menghormati tempat-tempat ibadah sebagai tempat yang sakral dalam kaitannya dengan aktivitas keagamaan, sehingga jangan kita bawa-bawa ke ruang politik. Dengan tidak berkampanye di tempat ibadah, menunjukkan peserta Pemilu telah dewasa dalam berdemokrasi,” terangnya lagi.

Senada dengan Bawaslu Papua, Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekda Papua, Doren Wakerkwa, menyebutkan pula bahwa tempat ibadah merupakan rumah Tuhan, sehingga jangan digunakan untuk kepentingan lain di luar peribadatan, termasuk pula berkampanye yang sarat akan kepentingan politik.

“Tempat ibadah sebagai rumah Tuhan, di mana tempat umat beribadah kepada Tuhan, maka jangan disalahfungsikan untuk kepentingan lain,” tegas Doren Wakerkwa. (gr/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *