Pengusaha Keramba Merugi, Dua Ribu Warga Mengungsi

Yohana/Cepos

KERAMBA IKAN: Tampak beberapa keramba ikan milik warga di pinggiran Danau Sentani, Senin (25/3). Naiknya air danau Sentani membuat pengusaha keramba merugi.

Dampak Naiknya Permukaan Air Danau Sentani

JAYAPURA-Tingginya intensitas curah hujan di Kota dan Kabupaten Jayapura sekitarnya dalam seminggu terakhir tidak hanya menyebabkan terjadinya banjir bandang, namun juga menyebabkan naiknya permukaan air Danau Sentani.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah kampung di sekitar Danau Sentani terendam banjir dan warga kampung terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Naiknya air Danau Sentani ini juga dirasakan warga yang melakukan budidaya ikan air tawar menggunakan keramba di pesisir danau.

Maikel Hansaka salah seorang pengusaha keramba mengatakan hampir semua kerambanya terendam dan ikan yang ada di dalam keramba ikut hanyut.

“Hanya keramba kami yang menggunakan drum apung yang bisa selamat. Lain dari itu semunya hancur dan ikan yang kami miliki juga ikut keluar dari keramba. Kondisi ini juga dialami masyarakat di kampung lainnya,” ungkap Maikel kepada Cenderawasih Pos, Selasa (25/3).

Maikel mengakui tidak bisa berbuat apa-apa dengan naiknya permukaan air danau yang melampaui batas yang sewajarnya. “Kali ini kondisi air sudah mencapai 2 meter dibandingkan hari-hari biasanya yang ketinggian air hanya mencapai 1 meter,” jelasnya.

Akibat naiknya permukaan air, Maikel mengaku ada lebih dari 10 keramba ikan miliknya rusak. Dimana dalam satu keramba menurut terdapat 80 sampai 120 ekor ikan.

Maikel belum bisa memastikan sampai kapan air Danau Sentani ini surut. Sebab kondisi cuaca saat ini masih belum stabil.

Kondisi serupa, Jerry pemilik keramba ikan di Yahim yang sejak banjir harus kehilangan 200- 350 ekor ikan yang berada dalam 5 keramba miliknya.

“Kondisi air danau saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan banjir tahunan yang biasanya kami alami. Kalau dihitung-hitung kerugian yang kami alami bisa mencapai Rp 500 ribu- Rp 1 juta perharinya ditambah dengan kondisi saat ini kami sudah tidak berjualan sejak 1 minggu lebih,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Sentani Budi Yoku yang juga sebagai salah satu penanggung jawab korban banjir bandang khusus wilayah pemukiman Danau Sentani mengatakan, saat ini ada lebih dari dua ribu warga bermukim di sekitar Danau Sentani menjadi korban dari banjir bandang.

“Tidak ada korban jiwa tetapi yang terkena dampak sampai saat ini lebih dari dua ribu rumah dan kepala keluarga khusus untuk area Danau Sentani,” ungkap Budi Yoku saat ditemui Cenderawasih Pos di kantor Distrik Sentani, Senin (25/3).

Dia mengatakan saat ini lebih dari dua ribu warga telah diungsikan di beberapa lokasi pengungsian seperti di sejumlah gereja dan beberapa tempat yang dianggap aman bagi warga yang selama ini tinggal di sekitar Danau Sentani. “Warga ini berasal dari Distrik Sentani, Sentani Timur dan Ebungfao,” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa dari data yang ada saat ini, jumlah kerusakan rumah yang ditimbulkan akibat banjir khusus yang terjadi di wilayah Distrik Sentani sebanyak 424 rumah dan kepala keluarga ada 935 orang. Sedangkan dari distrik Waibu ada 732 rumah yang terendam banjir dan yang terkena dampak 752 kepala keluarga.

Adapun di Distrik Ebungfao ada 520 rumah dan kepala keluarga. Sementara untuk dari Distrik Sentani Timur ada 501 rumah yang terkena dampak dan 449 keluarga diungsikan.

“Jadi lebih dari dua ribu warga yang saat ini terpaksa diungsikan,” paparnya.

Saat ini pemerintah terus mengupayakan penyaluran bantuan kepada seluruh warga yang saat ini masih menempati tenda-tenda pengungsian.(ana/roy/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *