KKSB Ancam Bupati Papua Soal Pemekaran

JAKARTA-Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) mengancam bupati di seluruh Papua. Kelompok yang menamai diri sebagai Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) meminta semua bupati untuk menghentikan upaya pemekaran daerah. Bila tidak mengindahkannya, maka TPNPN-OPM akan mencari para bupati yang masih ingin melakukan pemekaran.

Dalam keterangan tertulisnya, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan bahwa pihaknya menolak semua rogram pembangunan di Papua, karena itu pemekaran daerah juga ditolak. ”ini peringatan keras kepada dua gubernur dan semua bupati,” tuturnya.

Pemekaran daerah itu dinilai bukan untuk kesejahteraan rakyat Papua. Melainkan, justru untuk dominasi dari penduduk imigran dari Pulau Jawa. ”Peringatan ini lebih khusus juga untuk bupati di Mepago. Mereka sangat ambisius memekarkan daerah tanpa mempertimbangkan hak dan keselamatan orang Asli Papua,” jelasnya.

TPNPB-OPM mendengar terkait rencana pemekaran membentuk provinsi Tabi. ”Kami minta stop untuk bikin provinsi Tabi,” terangnya.

Bila para bupati ini tidak menghentikan upayanya, dia menjelaskan bahwa TPNPB-OPM akan mencari para bupati tersebut. ”silahkan bekerja ke pemerintah untuk penuhi kebutuhan hidup, tapi jangan korbankan hak hidup orang Papua,” ungkapnya.

Sementara itu Panglima Kodap II TPNPB-OPM, Ekianus Kogoya menuturkan, penembakan terhadap tiga anggota Polri memang dilakukan kelompoknya. ”Kami siap bertanggungjawab atas penembakan di lapangan terbang itu,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Setelah penembakan terhadap anggota Polri, TPNPB menambah jumlah senjatanya. Dari yang awalnya hanya satu menjadi empat pucuk senjata. ”Kami bukan KKSB, kami minta pemerintah Indonesia mengakui perang kami,” ujarnya.

Sementara Karopenmas Divhumas Polri, BrigjenPol.  Dedi Prasetyo menuturkan, pasca penembakan terhadap anggota Polri, maka dilakukan peningkatan pengamanan. ”Jumlah personel juga ditambah,” urainya.

Apalagi, dalam waktu dekat akan digelar pemilu di Papua, karenanya pengamanan akan dilakukan secara maksimal. ”Pengamanan dilipatgandakan,” terang mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.

Ancaman seperti apapun, Polri akan siap untuk mengantisipasinya. ”Keamanan di Papua dijamin dengan kehadiran personel,” terangnya. (idr/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *