Jokowi Harus Tangani Kasus Pendidikan Nduga

Noel/Cepos
Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Pengungsi Nduga sekolah Darurat Weneroma Wamena saat menyampaikan keterangan pers di Jayapura, Senin ( 25/3).

JAYAPURA-Koordinator Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Pengungsi Nduga Sekolah Darurat Weneroma Wamena Ester Haluk meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan ratusan siswa untuk bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) pasca konflik Nduga, antara TNI-Polri dan  TPN-OPM. Anak-anak yang mengungsi di sejumlah daerah  ini terancam tidak bisa mengikuti UN.

  “Jadi ada 693 siswa-siswi,  terdiri dari 458 anak SD, 206 SMP dan 29 orang  SMA, mereka di tenda darurat mereka akan ikut ujian nasional  13 siswa SMA dan 82 SMP dan 137 siswa SD,”  ungkap Ester Haluk.

  Menurut Ester, dari data Dinas Pendidikan ada 5 SMP yang terkena dampak langsung,  seharusnya ada 177 siswa peserta UN, tetapi yang bisa mengakses ujian nasional yang berlokasi di sekolah darurat 82 orang,  sementara 95 siswa belum terpantau keberadaannya.

  “Untuk SD dari total 373 siswa kelas 6 yang seharusnya mengikuti ujian, sampai saat ini 239 siswa belum diketahui keberadaannya hanya 134 yang berada di lokasi sekolah darurat Wamena,” ungkapnya.

  Selain itu, ada juga dua anak meningal dan dua sakit. Dari kasus ini, Ester menilai ada kelalaian dan kegagalan pemerintah dalam menghormati melindungi dalam memenuhi hak anak atas pendidikan. Untuk itu, ia meminta Presiden Republik Indonesia segera mengambil langkah untuk menangani pengungsian ini.

  Sementara itu, Ketua Klasis Kingmi Kabupaten Jayapura, Pendeta Yusak Pekei mengatakan Papua sudah ketinggalan dari dunia pendidikan dengan wilayah lain. Untuk itu, apa yang dilakukan tim relawan ini harus diperhatikan pemerintah.(oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *