Sengketa Lahan, Pemilik Ulayat Beri Waktu Hingga Selesai UN

Robert Mboik Cepos
Albert Yoku

SENTANI-Hingga saat ini sengketa lahan antara pemilik ulayat dan pihak YPK atas lahan yang kini sudah dibangun SD YPK Onomi Falvauw belum selesai. Beberapa waktu lalu, sekolah itu sempat berhenti dari kegiatan belajar mengajar. Setelah dilaksanakan pertemuan dengan pihak yayasan, akhirnya YPK  menyatakan kesanggupannya segera menyelesaikan sengketa itu, kemudian pemilik ulayat membuka palang. Namun belakangan, pihak YPK belum juga memberi kejelasan untuk melakukan pembayaran.

“Sampai saat ini pihak YPK  belum melaksanakan apa yang sudah disepakati itu,” kata Albert Yoku, pemilik ulayat tanah SD YPK Onomi Flavauw saat ditemui, Rabu (13/3), kemarin. Dia pun menegaskan akan mengambil langkah tegas setelah pelaksanaan Ujian Nasional (UN)  kelas 6 di sekolah itu selesai.

“Kami masih beri waktu sampai Ujian Nasional selesai baru kita akan ambil tindakan tegas,”katanya.

Pihaknya  menyayangkan belum adanya komitmen dari pihak yayasan untuk melakukan pembayaran terhadap kesepakatan bersama pada 2010 lalu.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat akan menyurati pengurus YPK  Papua untuk mempertanyakan kejelasan penyelesaian ganti rugi yang sudah disepakati itu.

“Kalau mereka tidak bersedia, silakan cari tempat lain,”tandasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *