Gurunya Batal Dikontrak, Kepsek Naik Pitam

Robert Mboik Cepos
Monikaira

SENTANI- Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu merekrut sebanyak 100 orang guru kontrak untuk ditempatkan di daerah pinggiran dan pedalaman di Kabupaten Jayapura. Sebelum ditempatkan ke sekolah, ratusan guru itu mengikuti pelatihan sekaligus seleksi tahapan terakhir.

Sehingga guru yang diseleksi betul-betul memiliki kualitas yang mumpuni sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Rupanya ada yang tidak puas dengan keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura yang menggugurkan beberapa calon tenaga guru kontrak dibagian akhir proses itu.

Salah satunya  Kepsek SD YPK Warombae Distrik Nimbokrang, Monikaira yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Rabu (13/3).

Dia naik pitam lantaran salah satu dari 3 orang guru yang dikirim dari sekolah itu dinyatakan gugur di bagian akhir proses seleksi tersebut. Padahal menurutnya guru tersebut sudah mengabdi selama 8 tahun di SD itu dan saat ini sedang mengajar kelas 6 yang sebentar lagi akan mengikuti ujian akhir.

“Saya sangat kecewa dengan proses yang dilakukan oleh dinas, mereka bikin tipu kita, banyak alasan. Kami yang merasakan pahitnya di lapangan bukan kamu di dinas,” ungkapnya dengan nada marah.

Tidak hanya itu, dia juga punya alasan lain mengapa amarahnya memuncak di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura itu.

Salah seorang guru andalanya yang batal dikontrak Pemda Jayapura itu kini justru menuntut ke kepala sekolah agar membayar semua biaya pengeluaran yang sudah dikeluarkan guru tersebut selama mengikuti proses pelatihan selama dua minggu di Kota Sentani.

” Nah sekarang orang tua termasuk guru itu menuntut ke saya, minta semua biaya yang mereka gunakan selama mengikuti pelatihan selama dua pekan di kota harus dikembalikan,” katanya.

Diapun merencanakan akan mengadu masalah itu ke Bupati Mathius Awoitauw untuk dipertimbangkan. Besar harapannya agar pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan juga dinas pendidikan bisa memperhatikan sisi kemanusiaan dari guru tersebut. Sebab sudah 8 tahun guru ini mengabdi demi mencerdaskan anak-anak di kampung sehingga sudah sepantasnya yang bersangkutan harus diakomodir di dalam program guru kontrak 2019 ini.

” Kasihan dia sudah bertahun-tahun mengabdi dengan gaji seadanya. Tetapi harapannya untuk dikontrak harus gagal karena dia tidak lolos. Saya minta dengan segala kerendahan hati supaya ini tolong diperhatikan. Ada sisi kemanusiaan yang juga harus diperhatikan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, media ini belum memperoleh konfirmasi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura. Saat kejadian itu, kepala dinas Alphius Toam sedang berdinas diluar kota. Media ini sudah mengirim pesan minta klarifikasi dan penjelasan dinas mengenai permintaan kepala sekolah tersebut. Namun hingga saat ini belum dapat balasannya (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *