Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar, 6 Saksi Diperiksa Polisi

BERSIHKAN SISA KEBAKARAN: Sejumlah guru Ponpes DDI Entrop, saat membersihkan sisa kebakaran dari lantai 2 gedung Ponpes DDI Entrop yang terbakar, Selasa (12/2) kemarin.

JAYAPURA-Pasca kebakaran yang terjadi di lantai 2 dan 3 gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Dakwah Islam (DDI) Entrop di jalan masuk SMAN 4 Jayapura, Distrik Jayapura Selatan, kegiatan belajar mengajar di tempat tersebut diliburkan sementara.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, Rabu (13/2) terlihat para guru dan santri/santriwati dibantu tim Tagana dari Dinsos Kota Jayapura, membersihkan material yang ludes terbakar di gedung lantai dua dan tiga yang terbakar Selasa (12/2) sore.

Pimpinan Ponpes DDI Entrop, KH. Muh. Said, HK. S.Hi., mengatakan, musibah kebakaran ini memang secara tidak langsung membawa kesedihan dan trauma bagi para santri dan satriwati, yang belajar di sana.

Untuk itu, pasca kebakaran para santri dan santriwati, diliburkan selama dua hari, untuk bisa pulang ke rumahnya masing-masing, agar menenangkan diri dan bertemu dengan keluarganya.

Setelah itu, Ponpes DDI Entrop akan menginformasikan kembali ke masing-masing orang tua santri, terkait dimulainya aktivitas  Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

“Kita liburkan satu atau dua hari ini, dan kita sudah lapor ke Dinas P dan K Kota Jayapura, dan Kemenag Kota Jayapura, supaya ada ketenangan dari para santri dan santriwati. Sehingga, saat kembali bersekolah mereka sudah tenang. Kemudian, saat ini, sebagian besar mereka sudah pulang ke rumahnya, termasuk yang dari Kabupaten Sarmi,’’ungkapnya saat ditemui Cenderawasih Pos, kemarin.

Diakuinya, kebakaran yang menghanguskan dua lantai gedung tersebut mengakuibatkan kerugian yang mencapai miliaran rupiah. Karena gedung yang terbakar terdiri dari 9 ruangan di lantai dua dan tiga yang ludes terbakar.

Dikatakan, karena perangkat komputer dan jaringan server ikut terbakar, nantinya dalam pelaksanaan UNBK, pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, untuk dapat membantunya dengan memberikan perangkat komputer. Dan  jika pelaksanaan UNBK tidak bisa dilakukan di sana, terpaksa menumpang seperti dulu di SMAN 4 Jayapura.

Mengenai penyebab kebakaran, KH. Muh. Said mengatakan, sumber api diduga dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting yang diduga terjadi di salah satu ruangan asrama santriwati.

Saat ini menurutnya masih dilakukan penyelidikan terkait barang yang bisa menyebabkan korsleting.

Dengan kondisi gedung lantai dua dan tiga yang terbakar, KH. Muh. Said mengaku mendapat saran dari Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., untuk membongkar gedung yang terbakar. Sebab kondisi bangunan dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan para santri/santriwati, dimana banyak besi beton yang melengkung akibat terbakar.

KH.Muh Said berharap jika ada dari pemerintah baik Pemkot Jayapura, Pemprov Papua maupun dari Kementerian Agama, mau membantu memberikan bantuan alat-alat komputer dan keperluan sekolah, pihaknya terima dengan senang hati. Termasuk dari pihak swasta, pengusaha atau masyarakat lainnya, jika mau membantu dalam hal pembangunan ia juga terima.

“Supaya, anak-anak yang belajar di Ponpes DDI Entrop, bisa kembali belajar dengan tenang, dengan dukungan fasilitas dan sarana prasarana seperti dulu lagi,” harapnya.

Muh. Said menambahkan, sebelum terjadi musibah kebakaran ini, ia mengaku mendapat firasat melalui perutnya terasa sakit sekali saat berada di Makassar dan hal ini tidak bisa ia alami.

Namun setelah dirinya mendapat kabar tentang kebakaran yang melanda gedung Ponpes DDI Entrop, sakit di bagian perut yang ia alami langsung hilang.

Muh. Said percaya musibah ini membuat ia tetap kuat dan terus berjuang. “Bagaimanapun, ini ujian yang diberikan oleh Allah SWT, dan jika kami bisa melewati ujian ini dengan baik, tentu adalah bagian dari menguji keimanan kami kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM.,yang juga melakukan kunjungan di sana, mengatakan, Pemkot Jayapura tetap memberikan perhatian dalam musibah kebakaran ini. Baik itu masalah pelayanan kesehatan jika dibutuhkan, termasuk pelayanan dokumen lainnya seperti di Dinas P & K.

Sementara itu, pihak Kepolisian telah memeriksa enam saksi termasuk pemilik Pondok Pesantren Yayasan Lembaga Tarbiyah Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Jayapura, KH. Mumahamad Said (56) terkait dengan kasus kebakaran yang terjadi Selasa, (12/2) kemarin.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra, SH., MH.,  menyebutkan dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, penyebab kebakaran diduga berawal dari hubungan arus pendek listrik yang mengakibatkan kabel lampu kamar putus dan jatuh di atas kasur milik salah satu santriwati.

“Untuk kerugian material diperkirakan di atas Rp 1 M,” ucap Jahja Rumra.

Dikatakan, untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran  maka perlu dilakukan olah TKP dengan menghitung luas dan petak mana yang terbakar.

“Usai  olah  TKP baru diketahui secara pasti penyebab kebakaran, apakah ada unsur kelalaian,   kesengajaan atau  karena memang hubungan arus  pendek listrik,” tuturnya.

Dalam kebakaran tersebut, menutut Jahja tak ada korban jiwa. Iapun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi terutama waspada dengan arus pendek. (dil/fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *