Intervensi Dana Desa Pemda Siapkan SK Bupati

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat membagikan makanan tambahan dalam kunjungannya ke  Distrik Silo Sukarno Doga, belum lama ini. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Intervensi Pemerintah Jayawijaya terhadap pemanfaatan Dana Desa akan disiapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati. Melalui SK ini, maka setiap kepala kampung yang tidak melaksanakan  program intervensi yang  diusulkan pemerintah daerah akan diambil langkah tegas untuk diganti.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengakui, untuk intervensi dana desa yang dilakukan oleh pemerintah daerah bagi 328 kampung di Jayawijaya telah dirapatkan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Jayawijaya untuk disiapkan SK bupati untuk mengatur itu.

“Saya kira dengan intervensi kita melalui SK ini, akan ada  beberapa program yang turun langsung   ke masyarakat dan harus untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Bupati Jhon Banua,  Rabu (13/1) kemarin.

Jadi intervensi program ini, bukan untuk kepentingan bupati atau wakil bupati, seperti contoh intervensi pemerintah dalam bidang pendidikan dini atau PAUD, termasuk dengan Posyandu untuk membackup gizi ibu hamil dan anak di bawah umur.

“Kalau kita tidak intervensi kepala –kepala kampung ini kebanyakan tidak mau untuk menyisihkan anggaran untuk kegiatan –kegiatan yang penting di kampung, sehingga kita intervensi dan apabila kepala kampung   tak mau menjalankan invervensi yang ada dalam APBK maka kemungkinan besar kepala kampung bakal diganti,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang menyiapkan SK tersebut yang berpatokan dengan Juknis penggunaan dana desa, kalau sampai tidak ada, maka akan digunakan aturan SK bupati untuk menetapkan berapa besar atau persentase pembagian dana desa kepada program –program di kampung.

“Untuk pengawasannya, saya dengan Wakil Bupati sering turun ke distrik dan Kampung, kami akan minta untuk pengawasan dari DPMK dimana saat pengusulan APBK program yang diintervensi itu harus masuk semua,”katanya.

Ia menambahkan, selama ini saat turun ke kampung , masyarakat sering bersepakat untuk pembangunan gereja, buka jalan ini nanti akan diintervensi jumlah dananya untuk membangun item –item yang diminta,

“Kita menjaring aspirasi masyarakat di Distrik dan Kampung ini untuk mencari tahu program mana yang dimasukkan ke APBD Pemda dan APBK Kampung,” tambahnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *