Santripun Turun Tangan Membantu Padamkan Api

Sementara itu, sejumlah santri terlihat turun di sungai yang berada di depan kompleks Ponpes DDI Entrop. Para santri ini berusaha membendung air menggunakan baju serta batu agar air bisa disedot untuk digunakan memadamkan api. Namun sayang upaya mereka belum berhasil.

Tidak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran Kota Jayapura tiba di lokasi kebakaran dan langsung memadamkan api. Selain masuk ke dalam kompleks Ponpes DDI Entrop, dua unit mobil pemadam kebakaran lainnya melakukan pemadaman api dari samping dan belakang gedung yaitu melalui jalan masuk Klinik Hewan Entrop.

Mobil pemadam kebakaran Kota Jayapura dibantu beberapa mobil water suplay baik truk maupun pikap serta mobil water canon Polda Papua. Dari pantauan Cenderawasih Pos, api baru bisa dipadamkan sekira pukul 20.00 WIT.

Saat terjadi musibah pimpinan Yayasan Ponpes DDI Entrop, KH. M. Said, sedang berada di luar daerah. Para orang tua santri dan santriwati terlihat berdatangan ke lokasi kebakaran untuk mengecek anak mereka. Mereka meminta untuk sementara waktu anak-anaknya bisa dipulangkan tanpa harus tinggal di Ponpes.

Saat terjadi kebakaran, para santriwati dievakuasi di halaman kampus STIE Port Numbay. Dari pantauan Cenderawasih Pos,  terlihat hampir semua santriwati DDI berkumpul dengan membawa barang-barang yang bisa diselamatkan.

Suasana kepanikan juga terlihat di sini dimana tak sedikit yang saling memberi kabar kepada orang tua atau kerabat mereka melalui handphone.

Ada juga yang menangis sambil berpelukan, bahkan ada salah seorang ibu yang pingsan setelah melihat api belum berhasil dipadamkan. Ada juga para orang tua yang berdatangan dan langsung mengecek sang anak dan membawa pulang ke rumah. (dil/fia/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *