Pembangunan di Papua Harus Seimbang

Takim/Cepos
Susana Seminar nasional di Ruang Rapat Senat Universitas Cenderawasih, Gedung Rektorat Universitas Cenderawasih Lantai 3, Selasa (12/2) kemarin.

JAYAPURA – Kantor Staf Presiden mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Tantangan dan Harapan Pembangunan Infrasrtuktur, Energi dan Pangan, serta Lingkungan Hidup di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Universitas Cenderawasih, Gedung Rektorat Universitas Cenderawasih Lantai 3, pada Selasa (12/2) kemarin.

Seminar nasional ini dihadiri oleh pemangku kepentingan, di antaranya Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Rektor Uncen Apollo Safanpo, sejumlah Dirjen dari Kementerian PUPR, Kementerian ESD, Kementerian KLHK, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementrian Polhukam, serta instansi terkait di lingkungan kabupaten/kota Provinsi Papua.

Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST.MT mengatakan pelaksanaan seminar tersebut terdapat beberapa tujuan yakni salah satunya adalah Dengan tujuan mereview empat sektor pembangunan yang dilakukan Presiden yakni, Pembangunan Infrastruktur, Energi, Pangan dan Lingkungan Hidup, selama 4 tahun menjabat.

“Dimana dalam empat sektor tersebut apa saja yang suda dilakukan dan sejauh mana pencapaian dari empat sektor tersebut terhadap perkembangan dan pembangunan di Papua saat ini,”kata Apolo  usai seminar, Selasa (12/2) kemarin.

Lanjut Rektor Uncen selain itu juga pihaknya juga mengidentifikasi hal hal apa yang saat ini dibutuhkan pemerintah daerah dalam hal ini terkait kepentingan masyarakat umum, dengan tujuan agar lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Forum ini juga merupakan bagian dari menimba berbagai masukan dan saran di setiap kabupaten/kota dan juga segenap stakeholder,” katanya.

Apolo  berharap dimana pola pembangunan untuk papua kedepan seperti apa, kesimpulanya dimana pembangunan infrastruktur itu baik namun harus juga diimbangi oleh pembangunan SDM, seperti melakukan berbagai dialog dengan masyarakat untuk mengetahui hal apa yang paling mereka butuhkan, supaya pembangunan yang pemerintah programkan akan berorientasi dengan pembagunan masyarakat,  dengan demikian dari pembangunan yang dilakukan masyarakat betul betul merasa puas dan merasakan dampaknya secara langsung baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Namun jika kita tidak melakukan dialog atau assesmen dalam hal ini melakukan pembangunan melalui versi tanpa ada pendekatan ke masyarakat maka proses tersebut akan berpotensi akan terjadi penolakan, karena mungkin saja pembangunan tersebut yang tidak dibutuhkan oleh masyarakat,”ujarnya

Sementara itu Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramowardhani menyampaikan juga bahwa seminar nasional tersebut Dengan tujuan untuk mengevaluasi dimana selama 4 tahun kepemimpinan presiden dengan beberapa pikar program pembagunanya guna untuk kesejahteraan masyarakat provinsi Papua dan Papua Barat.

Diakuinya kenapa Uncen sebagai sarana atau tempat yang dipilih untuk berlangsung seminar tersebut,  kata saya Presiden karena diharapkan Uncen penting untuk diperkuat karena akan menjadi benteng untuk melakukan kajian strategis dan dan melihat dampak dari pembangunan terhadap masyarakat langsung.

Hasilnya, kata dia, sejauh ini telah tampak perkembangan positif. Dalam 4 tahun terakhir, rentang isolasi daerah yang dibuka telah mencapai 3.259 kilometer di Provinsi Papua dan 1.071 kilometer di Provinsi Papua Barat. Jaraknya sama dengan empat kali panjang pulau Jawa. (kim/wen)

One thought on “Pembangunan di Papua Harus Seimbang

  1. MitraKantor says:

    nah ini, SDM manusia, saya pikir pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pembangunan SDM. sebab mau sebagus apapun infrastrukturnya, negara tidak akan jauh berkembang bila SDM tidak dibina dengan baik. SDM yang tidak dibina dengan baik misalnya menyalahgunakan dana pembangunan infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *