PAW Kursi DPRP Sisa PDIP dan Demokrat

Gamel/Cepos
Yunus Wonda

JAYAPURA – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) kursi DPR Papua telah dilakukan untuk dua partai dengan lima anggota. Saat ini yang tersisa adalah PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Jagoan-jagoan pada dua partai ini sendiri tengah dalam proses namun karena belum  mendapat surat dari Mendagri akhirnya tak diikutkan dalam pelantikan Jumat malam kemarin. Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyampaikan bahwa dari dua partai ini diharapkan sebelum penutupan sidang APBD nanti sudah bisa dirampungkan.

Demokrat sendiri memasukkan dua wajah lamanya yang dulu sudah pernah menduduki kursi DPRP yakni Albert Bolang dan Melkias Yekegombo. Ini seperti yang dilakukan Partai Hanura yang memajukan wajah lama, Letinus Jikwa. “Masih ada 2 partai lagi yaitu PDIP satu orang dan Partai Demokrat  dua orang. Kami berharap sebelum penutupan sidang terakhir  ketiganya sudah bisa diproses,” jelas Yunus Wonda. Tiga orang tersebut adalah Yakoba Lokbere dari PDIP dan Ruben Magai serta John Banua Rouw dari Partai Demokrat.

“Semuanya sudah dalam proses dan semoga proses PAW ini bisa segera dituntaskan,” imbuhnya. Disini Yunus. Ia juga mengomentari bila masih ada yang keberatan dengan proses PAW yang sedang berjalan. Ia meminta tak perlu berdebat tetapi langsung mengajukan gugatan hukum. “Jika keberatan maka gunakan jalur hukum. Ingat  dalam SK ada item yang menulis jika ke depan ada  persoalan maka akan diperbaiki dan DPRP hanya melaksanakan konstitusi negara. DPRP menjalankan keputusan SK Mendagri,” tegasnya.

Karenanya jika ingin menggugat maka disilahkan ajukan gugatan terhadap SK Mendagri dan bukan menyalahkan pimpinan DPRP. “Pimikiran itu keliru sebab kami hanya menjalankan tugas meresmikan apa yang telah ditetapkan. Kai melaksanakan apa yang diusulkan keputusan Partai Politik sebab menarik dan mengusulkan anggota Parpol adalah kewenangan Partai dan bukan pimpinan DPR, mekanismenya seperti itu,” tegas Yunus. “Silahkan jika ada yang keberatan dan mengajukan protes langsung ke para pihak yang bersangkutan,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *