Hari ini Tiga Daerah Gelar Aksi Bela Enembe

Dosen Uncen: KPK Pasti Gemas Lihat Pendukung Terlalu reaktif

JAYAPURA – Rencana aksi demo yang akan dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan aliansi rakyat bersatu bela Papua yang akan dilakukan hari ini (Rabu,13/2) di Jayapura diminta untuk tetap dalam koridor aturan. Apapun aspirasi yang akan disampaikan disilahkan asal tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat lain. Aksi demo ini muncul sebagai bentuk protes kelompok pemuda karena menganggap ada upaya intimidasi ataupun teror yang ditujukan kepada Gubernur Lukas Enembe. Kelompok pemuda yang diprakarsai dari KNPI Papua ini menganggap apa yang dilakukan KPK adalah salah dan tidak profesional.

“Silahkan saja kelompok mana yang ingin menyampaikan pendapatnya tapi semua harus sesuai aturan. Jangan sampai ada yang hadir dengan mabuk dan membuat gerakan anarkis dan jangan ganggu aktifitas masyarakat, persoalan menyampaikan pendapat ini hak siapa saja tapi sesuai etika,” kata Ketua DPRP Yunus Wonda di ruang kerjanya, Selasa (11/2).

Yunus juga memastikan bahwa untuk proses penyidikan terkait dugaan penganiayaan penyidik KPK ini ia juga siap memberikan keterangan jika dipanggil. “Kalau kami dipanggil ya siap saja, tidak masalah. Kami akan sampaikan apa yang kami dengar dan apa yang kami lihat,” imbuhnya.  Sementara terkait rencana aksi ini ditanggapi oleh akademisi Uncen, Melyana Pugu. Dosen Fisip Uncen ini mencermati bahwa sejatinya gerakan sosial boleh saja dan ini baik untuk mengingatkan semua pihak asal memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat.

Lalu jika yang dilakukan oleh elit itu salah harusnya aksi ini juga memberikan pencerahan, bukan justru membuat masyarakat  lebih bingung. “Harus lakukan gerakan yang seimbang namun jangan juga menjudge berlebihan sebab saat ini masyarakat sudah pintar.

Saya melihat ada kepanikan yang berlebihan. Seharusnya jika tak melakukan hal yang salah tak perlu panik,” kata Pugu. Disinggung soal kemungkinan aksi demo yang diprakarsai oleh pejabat sendiri, secara teoritis kata Melyana yang namanya hidden actor pasti ada, siapapun dia yang mau terlibat. “Sangat memungkinkan digerakkan,” kata Pugu.

Dikatakan, selama ini ia melihat pendidikan politik dari rezim yang berkuasa ada kecenderungan menguasai semua tempat namun masyarakat yang sudah berpendidikan pasti bisa memilah mana yang baik. “Pendapat saya gubernur atau Pemda lebih bijaksana dan aksi yang dilakukan bukanlah pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat,” sambungnya. Pugu khawatir dari aksi demo ini impact-nya justru menarik perhatian KPK untuk makin mencurigai dan bersemangat mencaritahu ada apa dibalik aksi ini.

“KPK pasti semakin gemas, mengapa terlalu reaktif apalagi semua di hadapan hukum itu artinya KPK bisa semakin curiga dan tentu saja bisa menyodok persoalan dugaan korupsi di Papua dan lebih detail. Teorinya jika tak ada apa-apa seharusnya lebih tenang dan jika ada sesuatu biasanya ada reaksi. Lalu jika merasa diintimidasi pertanyaannya apa yang membuat mereka merasa diintimidasi, jika hanya difoto saja masak itu diintimidasi,” singgungnya. Pugu menyarankan dari sisi  elit politik sebenarnya jika pak Lukas Enembe dan rombongan tidak  melakukan hal-hal yang tidak perlu dicurigai sebenarnya tak perlu ada kepanikan berlebihan. (ade/oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *