DPRP: Potensi Konflik Pileg  Tak Sebesar Pilkada

JAYAPURA – Agenda Pemilu yang tersisa beberapa bulan ke depan sudah harus dibahas sejak sekarang terutama terkait keamanan. Tak bisa dipungkiri terkadang persoalan kursi panas ini membuat orang rela melakukan apa saja untuk memiliki. Bila salah  penanganan maka tak menutup kemungkinan akan melahirkan konflik berkepanjangan. Sebelumnya Polda Papua memprediksi jika dari hajatan demokrasi ini Pemilu Legislatiflah yang paling diwanti mengingat setiap Caleg pasti memiliki kepentingan dan keinginan untuk bisa lolos atau terpilih.

Namun ini tidak seperti yang dipikirkan oleh Ketua DPR Papua, Yunus Wonda. Ia justru menganggap potensi konflik saat Pileg lebih rendah dibanding Pilkada. “Bagi saya Pileg tak terlalu bermasalah sebab Pileg tak seperti Pilkada Bupati. Bahkan mungkin tak ada konflik. Kalaupun ada mungkin hanya gesekan antar Caleg saja tapi tidak sekuat konflik saat Pilkada,” kata Yunus menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos pekan kemarin. Ia melihat baik Pileg DPRD Kabupaten Kota, DPR – RI, DPD – RI dan DPR Papua tidak memiliki potensi untuk melahirkan riak-riak yang berkepanjangan.

“Kami melihat seperti itu, kalau Pilkada Bupati biasa sudah melibatkan banyak kelompok dan kekuatan besar dan keinginan untuk terpilih sangat besar sehingga dengan sendirinya peluang untuk konflik juga besar,” jelasnya. Sementara Ketua KPU Papua, Theodorus Kosay  menyampaikan bahwa untuk Pemilu nanti ia memetakan ada empat kabupaten yang rawan konflik. Pertaa Kabupaten Nduga, Tolikara, Puncak dan Mamberamo Tengah.

Untuk Lanny Jaya pihaknya belum mendapat informasi lebih jauh. “Batu empat kabupaten itu yang kami anggap rawan dan lainnya sedang kami minta atensi,” jelas Kosay. Dari empat kabupaten ini dikatakan baru Mamberamo Tengah yang disurati untuk meminta pasukan pengamanan. “Untuk kabupaten lain menyusul yang jelas kami tetap  akan meminta pengawalan,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *