Diduga Korsleting, Sumber Api dari Asrama Putri

Priyadi/Cepos

Kebakaran gedung Ponpes DDI Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (12/2) sore sekira pukul 16.50 WIT.

*Dua Lantai Gedung Ponpes DDI Entrop Terbakar

JAYAPURA-Dua lantai bangunan gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Dakwah Islam (DDI) Entrop yang berlokasi di Jalan Masuk SMAN 4 Jayapura, Distrik Jayapura Selatan, ludes terbakar, Selasa (12/2) sore.

Bangunan gedung lantai dua dan tiga yang ludes terbakar terdiri dari empat kamar asrama putri atau santriwati, ruangan laboratorium komputer, kantor Madrasah Aliyah, musala pesantren, Ruang Kesehatan Sekolah (RKS) dan perpustakan.

Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, namun dugaan sementara api disebabkan hubungan arus pendek listrik atau korsleting yang diduga terjadi di salah satu kamar asrama putri.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, namun kerugian mencapai miliaran rupiah.

Salah seorang pelajar DDI Entrop, Lifajar Heri kepada Cenderawasih Pos menyebutkan kebakaran berawal dari percikan korsleting listrik yang jatuh di atas kasur dan merembet ke kasur lainnya di ruangan pertama lantai dua.

“Saat melihat percikan api tersebut, kami berusahan memadamkan api dengan alat seadanya. Kami juga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang ada dalam kamar tersebut, namun tak bisa lantaran asap tebal berwarna hitam dan kami tidak bisa melihat apa-apa,” jelasnya.

Melihat kebakaran tersebut, Heri bersama rekannya berteriak minta tolong dan meminta bantuan kepada pemadam kebakaran. Pasalnya, sebelum api membesar, pelajar 17 tahun bersama rekan-rekannya sempat memadamkan api dengan alat seadanya namun api malah membesar.

Secara terpisah, Henda salah seorang guru di Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Ponpes DDI Entrop mengatakan, kebakaran bermula dari salah satu ruang asrama putri, yang terletak di lantai dua.

Saat itu seorang santri menurut Henda melaporkan adanya asap tebal di salah satu ruang asrama putri. Mendapat laporan dari santri, Henda langsung meminta beberapa santri untuk membuka ruangan dan mengecek kondisi dalam ruangan. Namun sayang saat ruangan dibuka, api sudah membesar dan membakar tiga kasur yang ada di dalam ruangan tersebut.

Melihat api yang sudah membesar dan membakar seisi ruangan serta sulit untuk dipadamkan, seluruh santriwati yang tinggal di ruangan tersebut diminta keluar dan menyelamatkan barang berharga yang bisa diselamatkan. (dil/ ade/ nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *