Bupati Frederikus: Jangan Rampas Hak Kesulungan  OAP!

MERAUKE- Meski pelaksana pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Merauke  baru akan akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. Namun meningkatnya  suhu politik di Kabupaten Merauke kian  terasa.  Apalagi, sejumlah nama  sudah  beredar dan disebut-sebut  akan ikut  bertarung dalam Pilkada  tersebut.

   Dari sejumlah nama  yang  beredar   untuk maju sebagai calon bupati tersebut ada yang asli Papua, namun ada juga yang non Papua.  Terkait dengan itu, Bupati  Merauke Frederikus Gebze yang dipastikan akan maju pada periode kedua nanti, juga angkat bicara soal persiapan Pilkada Merauke ini. Pada saat melantik  834  pejabat dilingkup Pemkab Merauke, Bupati  Frederikus Gebze mengingatkan  untuk tidak merampas hak kesulungan orang Papua.

   ‘’Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki hak-hak  kehidupan. Tatanan sosial berdemokrasi, beretika dan beradab di dalam lingkup kehidupan  kita. Hak budaya adalah milik setiap orang Indonesia siapa pun dia. Hak agama  adalah hak siapapun orang Indonesia. Hak ekonomi dan hak lainnya menjadi milik  kita bersama maupun dalam berkompetesi bersaing kita boleh apapun boleh saja,’’ katanya. Namun   untuk hak kesulungan, kata  dia,  tidak boleh dirampas.

  ‘’Kita ingat, wakil bupati sudah kita berikan.    Sekda kita berikan. Pimpinan OPD dan perangkat kepala bidang dan kepala seksi adalah aneka konfigurasi bhineka tunggal  ika dalam NKRI, sudah kita berikan. Pertanyaannya, apakah  hak kesulungan bupati  kita serahkan atau tidak,’’ katanya bertanya khusus kepada pejabat  Papua  dengan nada tinggi yang dijawab pihak yang ditanya dengan kata tidak.

  ‘’Karena itu,   pada kesempatan ini, kami memohon kepada saudara-saudara siapa saja yang  mungkin bertindak sebagai warga negara Indonesia, UU memang   mengisyaratkan. Tapi hak kesulungan itu adalah mutlak milik orang kita ini. Itu mutlak dan tidak bisa ditawar oleh siapapun,’’ tandasnya. (ulo/tri)     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *