Pengambilan Jenazah Yonalda Asmuruf Tidak Sesui SOP

Sementara itu, Bayu  Setiawan, Manager Kargo Lion Air Bandara Sentani menjelaskan, pihaknya merasa bingung dengan kejadian tersebut. Pasalnya sesuai dengan SOP yang ada di otoritas bandara, itu sudah sangat jelas bahwa yang bisa masuk ke dalam bandara atau pesawat untuk menjemput jenazah hanya ambulance milik pemadam kebakaran bukan pihak lain. Ambulance milik pemadam kebakaran ini   mengambil jenazah dari pesawat dan kemudian dibawa ke gudang kargo untuk diserahterimakan ke pihak keluarga. Namun yang terjadi pada saat itu, oleh pihak petugas ambulance pemadam kebakaran tidak sempat membawa jenazah tersebut ke gudang Kargo Lion Air dan langsung menyerahkan kepada pihak yang mengaku sebagai keluarga.

Pihaknya menyatakan siap untuk bertanggung jawab atas peristiwa ini, namun dia menegaskan akan melakukan investigasi terhadap persoalan itu.

“Terkait hilangnya jenazah ini, seharusnya mobil pemadam kebakaran yang menjemput dari pesawat langsung mengantarkan jenazah itu untuk diserahterimakan di gudang Kargo Lion Air. Tetapi yang terjadi, mobil ambulancr tidak  melalui gudang kargo tapi melewati parameter gedung airnav yang berada di bawah tower. Yang pegang kunci itu hanya pihak keamanan bandara setempat bukan Lion Air,” tandasnya.

Dia pun mengaku kecewa dengan  petugas ambulance yang bertugas pada saat itu. Karena semua proses penerimaan maupun pengiriman barang dan jenazah sudah memiliki SOP dan itu harus dijalankan.

“Di sini yang saya perlu tegaskan bahwa pihak petugas mobil ambulance yang sudah kita percayakan untuk mengantar dan menjemput jenazah ternyata mereka melanggar prosedur aturan itu,”ungkapnya.(bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *