Jenazah Yolanda Asmuruf Hilang 

Robert Mboik Cepos
Pihak keluarga almh.Yolanda Asmuruf, peraih medali emas PON Jabar saat mempertanyakan hilangnya jenazah almarhum Yolanda di Kantor Polisi Kawasan Bandara Sentani, Selasa (12/2).

Keluarga Desak Lion Air Bertanggungjawab

SENTANI-Pihak keluarga besar almarhumah Yolanda Asmuruf, Atlet Karate asal Papua,  peraih medali emas PON  Jawa Barat yang meninggal beberapa waktu lalu, Selasa (12/2), kemarin mendatangi Kantor Layanan Kargo Lion Air di Bandara Sentani. Kedatangan mereka  bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban pihak Kargo  Lion Air atas hilangnya jenazah atlet Yolanda Asmuruf yang dikirim melalui Kargo Lion Air, Kamis (7/2).

“Kami menuntut Lion Air harus bertanggung jawab atas hilangnya jenazah keluarga kami atas nama Yolanda Asmuruf. Sampai saat ini kami belum menerima jenazahnya  yang dikirim melalui Kargo Lion Air,” kata Mega Rina, salah satu keluarga Almh kepada wartawan di Kantor Kargo Lion Air, Selasa (12/2).

Dia menjelaskan, pada saat jenazah tiba di Sentani, pihaknya bersama rombongan penjemput yang terdiri dari keluarga besar Karate Provinsi Papua di Kargo Lion Air yang terletak di samping Bandara Sentani. Namun setelah beberapa saat menunggu, pihak keluarga beserta rombongan yang berada di sekitar ruangan Kargo Lion Air mendapat informasi bahwa  jenazah almarhumah Yolanda Asmuruf telah diambil dan dibawa pergi dari bandara. Sontak  peristiwa ini membuat seluruh keluarga  dan keluarga besar karate Papua yang datang menjemput jenazah tersebut kaget bukan main.  Sebab pada saat itu pihak keluarga belum menandatangani bukti serah terima jenazah dari pihak Lion Air kepada keluarga almarhumah Yolanda Asmuruf.

“Sampai saat ini kami masih mengantongi manifes pengiriman jenazah keluarga kami dan belum ada tanda terima sehingga kami menuntut pihak Lion Air bertanggungjawab atas masalah ini,” tegasnya.

Lanjut dia, sejak saat itu pihak keluarga terus mempertanyakan persoalan itu kepada pihak Lion Air, namun hingga kemarin belum ada tanggapan dari manajemen Lion Air.

Terkait hal ini,  pihaknya mengaku sangat kecewa dan merasa tidak nyaman dengan pelayanan Kargo Lion Air yang dinilai lalai dan tidak menerapkan aturan sesuai  Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Intinya kami tidak mau tahu, apapun alasan mereka. Kami masih menaruh harapan pihak Lion Air bertanggung jawab karena sampai saat ini, kami masih memegang manifes dan kami belum menerima jenazah keluarga kami. Biaya angkut pesawat dari Sorong sampai Jayapura Rp12 juta di tambah biaya karantina sebesar Rp 24 juta, lalu sampai sini jenazah hilang begitu saja, ada apa,”ungkapnya penuh tanya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *