Dilaporkan Hilang, 18 Warga Ditemukan Selamat

DITEMUKAN SELAMAT: Tampak 18 warga yang sempat dilaporkan hilang, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Minggu (10/2).

JAYAPURA- Sempat dilaporkan hilang di sekitar Muara Safan, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Jumat (8/2) lalu, 18 orang warga Asmat akhirnya ditemukan Tim Gabungan Polair bersama tim Pencarian dan Pertolongan Asmat, Minggu (10/2).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal mengatakan, 18 warga yang menggunakan perahu fiber bermesin 40 PK ini ditemukan sekira pukul 17.20 WIT dalam kondisi selamat. Mereka ditemukan di Muara Ocenep pada koordinat 05° 59′ 21.21” S / 138° 15′ 26.60” E dan telah dikawal ke Distrik Fayit.

“Rencana Senin (11/2) seluruh penumpang selamat akan kembali ke Distrik Agats. Dari keterangan salah satu penumpang perahu mesin menepi dikarenakan cuaca buruk, sehingga tidak melanjutkan perjalanan dengan fiber lainnya,” ucap Kamal kepada Cenderawasih Pos, tadi malam.

Dikatakan, hilangnya 18 warga Asmat itu dilaporkan seorang pria bernama Ambrosius Piramat ke kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Asmat. Pelapor menginformasikan bahwa Jumat (8/2) sekira pukul 03.00 WIT, empat perahu fiber bermesin 40 PK berangkat dari Distrik Agats dengan tujuan Distrik Fayit.

Dari empat perahu tersebut, Sabtu (9/2) hanya tiga perahu yang tiba di Distrik Fayit. Sementara satu perahu yang membawa 18 orang belum tiba.

Atas kejadian tersebut, salah satu penumpang yang sudah tiba di Distrik Fayit menelepon keluarganya yang berada di Distrik Agats untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Asmat.

“Setelah menerima laporan sekira pukul 11.53 WIT, tim gabungan yang terdiri dari Polair, SAR dan keluarga korban melakukan pencarian,” tuturnya.

Kamal menyebutkan dari keterangan personel di lapangan saat kejadian cuaca buruk dan gelombang tinggi di sekitar Muara Safan. Diakuinya untuk perairan di Indonesia khususnya di Papua memang beberapa waktu belakangan ini mengalami cuaca ekstrim yaitu hujan angin, gelombang laut yang tinggi.

“Kami harapkan bagi warga yang menggunakan transportasi laut agar lebih waspada sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” pungkasnya. (fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *