Ancam Boikot UN, Bila Insentif Guru Tak Dibayarkan

Denny/ Cepos
Guru SMA Negeri 1 Wamena Jordan Tabuni

WAMENA-Belum terbayarnya insentif para guru SMA/SMK di Jayawijaya, membuat para guru SMA dan SMK yang ada di Jayawijaya berencana melakukan boikot terhadap pelaksanaan Ujian Nasional yang akan berlangsung April mendatang. Hal ini dikarenakan para guru ini baru menerima insentif itu untuk satu triwulan pada tahun 2018 lalu.

Salah satu guru SMA Negeri 1 Wamena Jordan Tabuni, kepada Cenderawasih Pos mengungkapkan jika beberapa waktu lalu para guru SMA dan SMK di Jayapura melakukan aksi demo untuk menuntut hak mereka atau pembayaran insentif guru. Menyikapi hal itu, Gubernur Papua telah mengeluarkan SK bahwa untuk pembayaran insentif itu diserahkan kepada Pemda Kabupaten / Kota di Papua.

“Dari SK gubernur Nomor 28 , Insentif itu harus diselesaikan oleh Pemda kabupaten/kota di Papua, sementara kabupaten dan Kota yang ada di Papua ini sudah dibayarkan sementara masih ada 7 Kabupaten belum, Jayawijaya dianggap sudah dibayarkan padahal kami baru menerima satu triwulan,”ungkapnya saat ditemui di Distrik Wesaput kemarin.

Untuk tiga triwulan insentif ini, Kata Jordan, belum pernah didapatkan. Beberapa hari lalu pihaknya bersama guru –guru SMA dan SMK yang lain melakukan pertemuan dengan Kepala BPKAD Jayawijaya, namun dari BPKAD mengaku tidak bertanggungjawab soal insentif ini.

Karena itu para guru ini bingung harus mengeluh kemana,
“Kami sepakat akan melakukan rapat di SMA Negeri 1 Wamena untuk rencana melakukan boikot terhadap ujian nasional, kami ingin dari Provinsi turun atau Bupati Jayawijaya turun sendiri untuk melihat keluhan ini,”tegas Jordan Kemarin.

Lanjut Jordan, dalam rapat yang akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wamena ini pihaknya akan membentuk satu panitia kecil dan akan mengedarkan keputusan rapat tersebut kepada seluruh guru –guru SMA dan SMK yang ada di Jayawijaya ini untuk melakukan boikot sebelum pemerintah daerah menyelesaikan insentif itu.

“Untuk SMA yang ada dalam Kota ini ada 10, namun jika ditambah dengan yang ada di luar kota Wamena ada 15 SMA dan SMK,”jelasnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *