LPMP Papua dan Relawan Bangun Sekolah Untuk Pengungsi Nduga

Denny/ Cepos
Pengerjaan Sekolah Darurat di halaman gereja Kingmi Wene Roma Distrik Sinakma Kabupaten Jayawijaya yang rencananya akan memulai proses belajar mengajar Senin (11/2).

WAMENA-Lembaga Jaminan Mutu Pendidikan Papua (LPMP) Papua menyediakan sekolah darurat yang diperuntukan bagi pengungsi dari Kabupaten Nduga, khususnya bagi siswa SD, SMP dan SMA dari 10 Distrik   di kabupaten Nduga mengungsi ke Jayawijaya pasca terjadi insiden Desember tahun lalu.

   Kasubag Umum Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua, Ponto Yelipele mengakui sekolah ini dibangun, agar anak-anak tetap  mendapatkan pendidikan. Dimana   dalam waktu dekat ini akan dimulai  ujian nasional 1 April 2019 anak-anak kelas 3 SMP, SMA dan kelas 6 SD sehingga langkah ini sudah harus dilakukan.

  “Kelas bawah mereka harus ikuti ujian kenaikan kelas, jadi sekalipun situasi seperti ini, kita berterima kasih kepada pihak gereja juga relawan sudah memfasilitasi tempat ini, sehingga satu minggu ke depan anak-anak belajar disini.”ungkapnya saat ditemui dilokasi pembangunan sekolah darurat di halaman gereja Kingmi Wene Roma jumat (8/2) kemarin.

  Disisi lain, Kata  Ponto, sekolah ini juga dibangun untuk mengejar ketertinggalan mata pelajaran bagi anak-anak pasca mereka mengungsi.   “Ini baru sebagian anak –anak , sebagian lagi masih mengungsi ke Lanny Jaya, di hutan kabupaten Nduga sendiri, sehingga pemerintah daerah harus bisa melihat bagaimana anak-anak dikumpulkan di sini sehingga bisa   belajar untuk menghadapi ujian atau kenaikan kelas.”katanya.

   Di tempat yang sama Kepala Sekolah SD Inpres Yigi, Ledi Buyung Wena mengungkapkan bahwa  materi yang akan diberikan  bagi para murid tetap  menggunakan kurikulum K 13 yang ditetapkan pemerintah.

  “Jadi, proses belajar mengajar di sini meskipun di pengungsian tidak ada masalah, tetap kita sesuaikan dengan aturan yang berlaku, hanya saja menyesuaikan dengan keadaan karena di sini kita kekurangan ruangan, fasilitas belajar, sehingga dalam belajar harus digabung.”bebernya

     Ia melihat, selama ini anak –anak yang mengungsi ini sudah tertinggal kurang lebih sudah satu bulan lebih, sehingga untuk mengejar ketertinggalan rekan-rekan guru mereka akan rapat untuk mencari solusinya karena itu yang lebih tahu bagaimana caranya materi ini supaya siswa tidak ketinggalan.

   Sementara dari tim relawan Nduga Hence Geong mengatakan Jumlah siswa yang yang sudah di input 320 siswa, dari SD SMP dan SMA , dari  10 SD, 5 SMP dan 2 SMA dari 10 distrik mulai dari Mbua, Dal, Yal, Mapenduma, Nirkuri, Mbulmu Yalma, Ininggal, Mam, Iniye.

    Dugaan sementara tim relawan, kata Hence, ada sekitar 500 pengungsi anak usia sekolah, dan kemungkinan besar akan bertambah. Pihaknya  mengupayakan  pendidikan darurat di sini,   beberapa pengungsi ada beberapa sudah datang hanya untuk sekolah.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *