Kehadiran Binmas Noken Sangat Positif dan Bawa Perubahan

KETERANGAN PERS: Ka Ops Nemangkawi, Brigjen Pol Drs. Herry R Nahak, M.Si didampingi Kasatgas Binmas Noken Polri Kombes Pol Eko Sudarto saat memberikan keterangan pers.( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Kurang lebih setahun Binmas Noken Polri memberikan pendampingan dan bimbingan kepada masyarakat Papua khususnya yang berada di Pegunungan Tengah Papua, melalui program Polisi Pi Ajar Sekolah, pendampingan dibidang peternakan dan pertanian.

Pendampingan yang diberikan Binmas Noken Polri mendapat respon yang cukup baik di kalangan masyarakat. Bahkan masyarakat  merasa pendampingan itu membawa perubahan bagi mereka.

Bupati Puncak Willem Wandik menyebutkan kehadiran Binmas Noken Polri sangat positif bagi masyarakat, sesuai dengan budaya yang ada di Provinsi Papua.

“Sebagai pemerintah daerah, kami siap kerja sama dan siap menerima kehadiran Binmas Noken Polri. Karena ini salah satu cara yang bagus untuk kemajuan Papua,” ucap Bupati Willem Wandik kepada wartawan saat menghadiri Satgas Binmas Noken Polri Focus Group Discussion (FGD) Binmas Noken Polri Dalam Dinamika Masyarakat Pegunungan Tengah di Fave Hotel Jayapura, Kamis (7/2).

Di tempat yang sama Ketua Kelompok Tani Mandiri Mimika bentukan Binmas Polri, Musa Onawame mengakui adanya kemajuan ekonomi dalam setiap rumah tangga khususnya bagi masyarakat Papua semenjak hadirnya Binmas Noken Polri.

Dimana Binmas Noken Polri hadir di tengah masyarakat dengan pengetahuan dan metedologi yang baru. Sehingga orang Papua yang dulunya hanya menanam  keladi, petatas dan singkong, kini bisa merubahnya dengan bercocok tanam sayur dan buah-buahan seperti sayur kol,  sayur sawi, tomat dan semangka dengan cara perawatan yang baru.

“Pembinaan Binmas  Noken Polri merupakan pengetahuan baru, pengetahuan di bidang pertanian. Sebanyak 22 orang Papua yang saya bina melalui kelompok tani dan mereka mulai paham,” tegasnya.

Dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Binmas Noken Polri, dirinya berharap pemerintah daerah bisa mengikuti langkah-langkah seperti ini. Dengan begitu masyarakat Papua bisa mengerti masalah kehidupan ekonomi dan sosial, sehingga bisa hidup sejahtera.

“Perubahan yang paling terlihat, setelah masuknya pembinaan dari Binmas Noken Polri yaitu kami sudah 18 kali panen. Padahal sebelumnya hanya 10 kali,” ungapnya.

Sementara itu, Ka Ops Nemangkawi, Brigjen Pol. Drs. Herry R Nahak, M.Si., menyebutkan, kehadiran  Binmas Noken Polri di setiap  daerah dengan memastikan program apa yang paling pas. Misalnya program Polisi Pi Ajar di Puncak Jaya, dimana melalui program tersebut, anak-anak menjadi tertarik dengan dunia pendidikan. Bahkan yang tadinya tidak tersentuh dengan dunia pendidikan mulai tersentuh.

“Mereka yang kerap melakukan gangguan keamanan kami libatkan dalam kegiatan  Binmas Noken Polri yang menghasilkan kebaikan, dengan begitu keamanan di sebuah daerah bisa tercipta,” ungkapnya.

Dikatakan, membangun masyarakat melalui sumber daya yang ada, sehingga masyarakat tidak berpikir untuk melakukan gangguan keamanan dan yang menjadi konsentrasi Binmas Noken Polri saat ini adalah Pegunungan Tengah Papua.

“Yang kami utamakan saat ini adalah peternakan, pertanian dan pendidikan. Kami anggap tiga hal ini yang utama, namun kedepan kami akan mencoba hal-hal baru seperti pariwisata, perikanan dan lainnya melihat potensi yang ada di setiap daerah,” jelasnya.

Melalui Binmas Noken, mereka yang berseberangan dengan NKRI diberikan pencerahan melalui pendidikan Polisi Pi Ajar Sekolah dengan menerapkan nilai-nilai kebangsaan sambil belajar.

Di tempat yang sama, Kasatgas Binmas Noken Polri, Kombes Pol. Eko Sudarto menyebutkan  sejak dibentuk tahun 2018, Binmas Noken Polri sudah menjangkau memberikan pendampingan di 11 kabupaten yang ada di Papua. Di antaranya Timika, Lanny Jaya, Pegunungan Bintang, Wamena, Puncak, Puncak Jaya, Yahukimo, Keerom dan Nduga.

“Saya yakin program Binmas Noken diterima masyarakat. Untuk Wamena dan  Timika kami jadikan fokus pertanian untuk Binmas Noken,” katanya.

Pihaknya merasa senang dan membuka diri jika ke depan ada mahasiswa yang mau bergabung dengan Binmas Noken  guna memberdayakan masyarakat Papua.

Adapun kegiatan FGD yang dilakukan kemarin dihadiri para bupati, akademisi dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *