Di Soksebang, Jembatan Putus dan Sekolah Tak Terawat

Masyarakat di Distrik Soksebang Kabupaten Pegunungan Bintang secara swadaya memperbaiki Jembatan kali Digul (Oksop) yang putus akibat banjir Desember lalu.( FOTO : Humas Pegubin for Cepos

JAYAPURA_Sebagai salah satu distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang, Distrik Soksebang saat ini masih sangat membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan. Selain menyangkut akses transportasi yang harus ditempuh dengan pesawat untuk menuju ke distrik ini, sejumlah fasilitas infrastruktur dan pendidikan perlu menjadi perhatian khusus.

  Menurut Plt. Kepala Distrik Soksebang Stanis Setamanki, sejak dirinya dilantik pada Oktober 2018 lalu, sejumlah permasalah pembangunan di wilayah kerjanya ini menjadi perhatian serius. Terutama menyangkut akses jalan darat, dimana satu-satunya jembatan yang menghubungkan ke 8 distrik lainnya, yakni jembatan Kali Digul (Oksop) sempat hanyut diterjang banjir pada Desember 2018 lalu.

  “Masyarakat secara swadaya memperbaiki jembatan ini  dan saat ini sudah bisa digunakan, meski dengan kondisi darurat dengan bahan seadanya,”ungkap Stanis Setamanki didampingi Kabag Humas Pegubin Orphas saat menghubungi Cenderawasih Pos, Selasa (5/2) tadi malam.

  Tidak hanya masalah jembatan yang butuh dibangun secara permanen, kondisi sekolah di SD Inpres Kubibkop yang dibangun pada tahun 2015, kondisinya saat ini sudah banyak kerusakan karena tidak ada perawatan dari pihak sekolah.

  “Banyak meja dan kursi yang rusak, bangunan sekolah juga tidak terawat. Pasalnya para guru yang ditempatkan di sekolah ini kebangyakan meninggalkan sekolah, ketimbang tinggal dan mengajar anak didiknya,” ungkap Stanis.

   Menurutnya, di sekolah itu yang tinggal hanya penjaga sekolah. Terkait rusaknya sekolah ini, Stanis mengaku sudah menyampaikan secara lisan kepada Kepala Bidang Pendidikan Dasar Laigasa. Namun untuk laporan secara tertulis belum disampaikan.

  Menyikapi tidak adanya guru di sekolah tersebut, maka saat ini ada guru-guru  sukarela dan bagian tata usaha yang membantu mengajar 57 murid yang ada di sekolah tersebut. Walaupun sekolah masih dalam keadaan rusak, tapi yang terpenting anak-anak bisa belajar dengan meja dan kursi yang sudah diperbaiki oleh kepala distrik.

“Kami tidak tahu, dana BOS untuk SD Kubibkop ini  dikemanakan, karena  tidak kepala sekolah dan guru tidak ada di tempat tugasnya.”ujarnya. (tri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY