BTM: HUT PI, Sapaan Injil Dalam Harapan dan Kenyataan 

Dr.Benhur Tomi Mano, MM.,(FOTO : Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, mengatakan,  peringatan Pekabaran Injil di Tanah Papua, membuat Terang  Injil itu telah tertanam di bumi cenderawasi, sejak tanggal 5 Februari 1855, dengan mengangkat doa sulung ottow dan  geissler berkata ” Dengan Nama Tuhan Kami Menginjak Tanah Ini,”.

 Dikatakannya, dimateraikannya bumi cenderawasih dalam Anugerah Allah.  Terang itu terus bersinar dan membawa kepada pembaharuan. Maka, terbitlah GKI di Tanah Papua 26 Oktober 1956 , terus merambat dan bertumbuh membuahkan gereja-gereja di Tanah Papua perpaduan hati, se-ia se-kata Gereja membangun jemaat-Nya membabat belenggu keterbelakangan, kebodohan, keterikatan dalam dosa.

  ” Melahirkan jiwa-jiwa Papua yang bijak dan adil, dalam wibawa dan kerja. Lahirlah pemerintah  meneruskan penuaian ditengah ladang yang telah dibabat. Kebijaksanaan dan keadilan menjadi tuntutan panggilan hati untuk meneruskan pelayanan, namun kini adakah kebijaksanaan dan keadilan itu ditengah gereja dan pemerintah  yang semakin dewasa,”tuturnya, Selasa(5/2)

 Melalui HUT PI di Tanah Papua, Wali Kota bertanya, adakah kejujuran dalam hati termateraikan dalam terang injil, mengiringi langkah langkah umat-Nya.

  “Tuhan terima kasih engkau telah memberikan negeri yang kaya bagi kami, anak anak papua negeri yang memberi harapan akan kesejateraan di hari depan, menjadikan negeri cenderawasi sebagai saksiMu ke seluruh bumi,”ungkapnya.

  Diakui, melalui hari PI ke-164 tahun, harus sudah terus berkumandang, maka ditengah momen  ini Tuhan mau mengajak gereja dan pemerintah serta segenap anak anak negeri papua , untuk mengoreksi dan menginstropeksi diri akan karya dan kerja di tanah ini, membuang keegoisan diri kepentingan untuk memperkaya dir,i melupakan hak hak dasar kemanusiaan. Karena sebenarnya Dahulu Kita adalah Kegelapan Tetapi Sekarang Kami adalah Terang di Dalam Tuhan.

   Sebab, itu hiduplah sebagai anak anak terang yang memberi keadilan dan kesejateraan bagi umat-Nya dan teruslah berkarya, bagi tanah papua, karena barang siapa yang bekerja di Tanah ini, dalam iman dan dengar-dengaran, akan jalan dalam pendapatan heran ke pendapatan heran yang lain.(dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *