Sambut PON XX, Penjual Souvenir dan Perajin  Mulai Siapkan Diri

Haji Sanjana, Pemilik Nur Art di Pasar Sentar Hamadi saat menujukan salah satu aksesoris Tifa dan Burung Cenderawasih Imitasi yang disediakanya sebagai salah satu oleh-oleh kas Papua menyambut Pon 2020, Sabtu (2/2) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA –Menyambut PON XX di Papua, tentunya bukan hanya sarana akomodasi saja yang mulai dipersiapakan unruk menyambut event nasional tersebut, tetapi berbagai souvenir khas Papua pun dipersiapkan sebagai oleh-oleh.

Pemilik Nur Art di Pasar Hamadi Haji Sanjana mengatakan, pihaknya menyediakan souvenir khusus Papua sebagai oleh-oleh. Ada yang dibeli dari hasil karya masyarakat setempat dan ada juga yang kiriman dari luar Jayapura, sehingga koleksi souvenir khas Papua yang pihaknya sediakan cukup lengkap.

“Berbagai souvenir Papua kami sediakan mulai dari lukisan kulit kayu, patung asmat, koteka, tifa, noken, hingga gantungan kunci dan topi-topi bermotif Papua.  Souvenir tersebut sebagian kami peroleh dari masyarakat di Jayapura, Sentani, Asmat, Wamena dan sebagainya,” ungkap Sanjana kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (2/2) lalu.

Sementara itu terkait dengan PON XX, diakuinya sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan sosialisasi terkait penyediaan souvenir Papua, sehingga persiapan yang pihaknya lakukan masih standar.

“Untuk saat ini kami sudah mulai menerima berbagai motif ukiran maupun tifa dengan Burung Cenderawasih imitasi yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Papua pada PON XX.  Harganya cukup terjangkau. Untuk tifa Rp 50 ribu- Rp 400 ribu, tas noken Rp 50 ribu, tifa dan burung cenderawasih imitasi Rp 70 ribu, topi kulit kayu dengan manik-manik Rp 400 ribu, topi kulit kayu dengan bulu-bulu ayam Rp 150 ribu, lukisan Rp 50 ribu- Rp 350 ribu dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu Nela salah seorang perajin noken di Kabupaten  Jayapura mengatakan bahwa  dirinya sedang menyiapkan noken kulit kayu untuk menyambut PON XX. Dalam menyediakan noken tersebut dirinya merupakan binaan dari Badan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Jayapura.

“Sudah lebih dari 3 tahun Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Jayapura selalu mengelar pelatihan bagi kami mama-mama Papua khususnya, untuk menyediakan oleh-oleh untuk dijual pada PON 2020. Bukan hanya kami para pengrajin noken saja tapi juga para pengrajin batik tulis, aneka olahan kue sagu dan sebagainya juga dibeikan pelatihan untuk menyambut PON XX,” jelasnya.

Ditambahkan Nela, harga noken kulit kayu yang disediakanya mulai dari Rp 150 ribu- Rp 300 ribu, sedangkan untuk noken benang pihaknya jual dengan harga Rp 50 ribu- Rp 200 ribu. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.